get app
inews
Aa Text
Read Next : Sebanyak 15.972 Buruh Rokok di Bojonegoro Terima BLT DBHCHT, Masing-Masing Rp875 Ribu

Bojonegoro Daerah Penghasil Padi Terbesar di Jatim, ASN Diajak Serap Beras Produksi Petani Lokal

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 07:51 WIB
header img
Wabup Bojonegoro Nurul Azizah saat melihat beras lokal Rajekwesi. (Foto: Prokopim)

BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mulai mendorong penguatan kemandirian pangan sekaligus meningkatkan serapan hasil pertanian lokal melalui Gerakan ASN Peduli Pangan.

Gerakan tersebut melibatkan aparatur sipil negara (ASN), jajaran badan usaha milik daerah (BUMD), dan masyarakat untuk menggunakan sekaligus mempromosikan produk pangan yang dihasilkan petani Bojonegoro.

Peluncuran gerakan ditandai dengan pengenalan beras lokal Rajekwesi yang diproduksi Perumda Pangan Mandiri Bojonegoro. Kegiatan berlangsung di Ruang Angling Dharma, Gedung Pemkab Bojonegoro, pada (19/8/2026) kemarin.

Gerakan ini diharapkan menjadi langkah awal membangun ekosistem pangan daerah yang tidak hanya berfokus pada ketersediaan produk, tetapi juga memperhatikan kualitas, harga, pasar, hingga kesejahteraan petani.

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono mengatakan, penguatan kemandirian pangan perlu dilakukan dengan mengoptimalkan potensi pertanian yang dimiliki daerah.

Bojonegoro merupakan salah satu daerah penghasil produk pertanian terbesar kedua di Jawa Timur. Namun, tingginya produksi tersebut dinilai belum sepenuhnya diikuti kemampuan daerah dalam menyerap dan menggunakan hasil pertanian sendiri.

“Bojonegoro merupakan salah satu daerah penghasil produk pertanian terbesar kedua di Jawa Timur. Tetapi kita masih membeli produk dari luar daerah atau luar kota. Ini menjadi pertanyaan sekaligus pekerjaan rumah bagi kita,” ujarnya.

Menurut Setyo, persoalan pangan tidak dapat diselesaikan hanya dengan meningkatkan produksi. Sistem logistik, penyimpanan, distribusi, dan pemasaran juga harus dibangun secara terintegrasi agar hasil pertanian memiliki pasar yang jelas sekaligus memberikan nilai tambah bagi petani.

Ia juga menilai ASN dan masyarakat dapat mengambil peran sebagai bagian dari kekuatan pemasaran produk pangan lokal. Dengan jumlah ASN dan jajaran BUMD yang cukup besar, potensi promosi produk daerah dinilai sangat terbuka.

“Marketingnya sudah banyak, instrumennya sudah tersedia. Tinggal bagaimana kita menjaga kualitas dan harga produk agar tetap kompetitif,” tegasnya.

Setyo mengajak seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat memulai gerakan tersebut dari langkah sederhana, yakni mencoba dan membeli beras produksi lokal.

Untuk tahap awal, ia berharap setiap orang dapat membeli sedikitnya 15 kilogram beras dalam satu bulan.

“Semangatnya adalah menjaga kemandirian pangan. Kita mulai dari hal yang sederhana, yaitu mencoba produknya. Kalau ada yang merasa rasanya belum sesuai, silakan memberikan masukan. Jangan langsung menolak. Kita evaluasi dan perbaiki bersama,” katanya.

Ia menekankan, kualitas dan harga menjadi faktor penting untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap produk pangan lokal. Produk Bojonegoro, kata dia, harus mampu bersaing dengan produk dari luar daerah, baik dari sisi kualitas maupun harga.

Perumda Siapkan Produk Beras Lokal

Direktur Perumda Pangan Mandiri Bojonegoro Khoirul Huda mengatakan, kehadiran BUMD tersebut merupakan bagian dari upaya menjalankan amanat daerah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan.

Perumda juga diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan petani serta menggerakkan perekonomian daerah. Selain memberikan pelayanan kepada masyarakat, BUMD tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Saat ini Perumda Pangan Mandiri masih tergolong baru. Kami sedang menyiapkan produk beras lokal juga dengan merek Rojo Nogo yang seluruh bahan bakunya berasal dari hasil pertanian petani Bojonegoro. Produk ini direncanakan beredar secara luas pada tahun 2027 setelah seluruh proses perizinan selesai,” jelasnya.

Khoirul mengatakan, keterlibatan ASN dan masyarakat melalui Gerakan ASN Peduli Pangan diperlukan dalam pengembangan produk. Berbagai kritik, masukan, dan saran konsumen akan menjadi bahan evaluasi sebelum produk dipasarkan secara lebih luas.

“Kami ingin memastikan beras yang diproduksi Perumda Pangan Mandiri benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Karena itu, setiap masukan akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas produk yang kami hasilkan,” katanya.

Ia menegaskan, Perumda Pangan Mandiri akan fokus memproduksi beras premium sehingga tidak berhadapan langsung dengan pelaku usaha kecil dan UMKM yang lebih dahulu bergerak di sektor pangan.

Adapun harga jual produk akan mengikuti ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Melalui Gerakan ASN Peduli Pangan, Pemkab Bojonegoro berharap terbentuk rantai pangan daerah yang lebih kuat. Rantai tersebut melibatkan petani sebagai produsen, Perumda sebagai pengelola, ASN dan masyarakat sebagai konsumen sekaligus promotor, serta pasar sebagai penyerap produk lokal.

“Harapan kami, melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, ASN, petani, dan masyarakat, ketahanan pangan Bojonegoro semakin kuat. Pada akhirnya, tujuan kami adalah memakmurkan petani, menjaga ketersediaan pangan, dan mewujudkan Bojonegoro yang lebih sejahtera,” pungkasnya.

Editor : Arika Hutama

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut