Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Anggrek Langka yang Terancam Punah di Hutan Jati Bojonegoro, Ini Upaya Penyelamatannya
Advertisement . Scroll to see content

Kekeringan di Bojonegoro Meluas ke 74 Desa, BPBD Distribusikan 3,13 Juta Liter Air Bersih

Kamis, 24 September 2026 | 17:27 WIB
  • author D. AL Mahdi
Kekeringan di Bojonegoro Meluas ke 74 Desa, BPBD Distribusikan 3,13 Juta Liter Air Bersih
Petugas BPBD Bojonegoro saat droping air bersih ke wilayah terdampak kekeringan. (Foto: BPBD)

BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus memperkuat penanganan dampak kekeringan yang melanda sejumlah wilayah. 

Hingga 24 September 2026, sebanyak 626 tangki atau sekitar 3.130.000 liter air bersih telah didistribusikan kepada warga terdampak.

Distribusi air bersih tersebut menjangkau 74 desa yang tersebar di 19 kecamatan. Jumlah itu meningkat dibandingkan kondisi pada 2025, ketika penanganan kekeringan mencakup 14 desa di 13 kecamatan.

Seluruh wilayah terdampak telah mendapatkan pengiriman air bersih, baik melalui BPBD maupun dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan lembaga kemasyarakatan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bojonegoro Heru Wicaksi mengatakan, peningkatan cakupan penanganan tersebut sejalan dengan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebut kondisi kemarau 2026 lebih kering dibandingkan tahun sebelumnya.

Karena itu, BPBD tidak hanya mengandalkan distribusi air bersih, tetapi juga melakukan sejumlah langkah antisipasi dan penanganan di wilayah terdampak.

Upaya tersebut meliputi pemetaan kawasan kekeringan, pencarian titik sumber air, serta pemberian bantuan perlengkapan penanganan kekeringan. Bantuan antara lain berupa tandon air, jeriken, terpal, gayung, dan perlengkapan lainnya untuk mendukung distribusi air bersih kepada masyarakat.

Menurut Heru, peningkatan pelayanan juga didukung keberadaan call center Pusdalops BPBD yang menjadi kanal pengaduan responsif selama 24 jam. Melalui kanal tersebut, masyarakat dapat berkomunikasi langsung dengan posko siaga darurat tanpa hambatan proses verifikasi administrasi.

“Air bersih merupakan kebutuhan dasar sehingga pemenuhannya harus diprioritaskan” kata Heru Wicaksi.

Kekeringan 2026 Meluas

Perbandingan kondisi kekeringan antara 2025 dan 2026 menunjukkan adanya peningkatan cakupan wilayah yang membutuhkan penanganan. Pada 2025, kondisi relatif masih terkendali dengan 14 desa di 13 kecamatan yang terdampak.

Sementara pada 2026, jumlah desa terdampak meningkat signifikan hingga 71 desa berdasarkan perbandingan data yang disampaikan BPBD. Kondisi tersebut menunjukkan kebutuhan terhadap kapasitas respons darurat dan koordinasi lintas sektor yang lebih kuat.

Pemkab Bojonegoro melalui BPBD juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak dalam penanganan kekeringan. Kolaborasi melibatkan relawan, lembaga filantropi, dunia usaha, perguruan tinggi, serta perangkat desa dan kecamatan.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan, mulai dari pembangunan sumur bor hingga pendistribusian air bersih secara terkoordinasi ke wilayah yang membutuhkan.

Kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Sub-Urusan Bencana, khususnya dalam layanan penyelamatan dan evakuasi korban serta pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak bencana.

Menurut BPBD, ke depannya, kolaborasi pentahelix akan terus diperkuat untuk penanggulangan bencana. Bagi perusahaan maupun lembaga masyarakat yang ingin turut berkontribusi dalam penyaluran air bersih, silakan berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Bojonegoro.

Hal itu bisa melalui call center Pusdalops BPBD (WhatsApp 0811-3356-444) agar pendistribusian terkoordinasi dan tepat sasaran pada desa yang membutuhkan. 

"Bersama kita pastikan setiap tetes bantuan bermanfaat bagi warga terdampak kekeringan di Kabupaten Bojonegoro” pungkas Heru Wicaksi.

Editor: Arika Hutama

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut