Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Anggrek Langka yang Terancam Punah di Hutan Jati Bojonegoro, Ini Upaya Penyelamatannya
Advertisement . Scroll to see content

Bojonegoro Dibebani 368 Ton Sampah Perhari, TPS 3R Trucuk Dorong Pengelolaan Berbasis Warga

Jum'at, 25 September 2026 | 16:11 WIB
  • author D. AL Mahdi
Bojonegoro Dibebani 368 Ton Sampah Perhari, TPS 3R Trucuk Dorong Pengelolaan Berbasis Warga
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, saat melihat mesin pengolah sampah di TPS 3R Srawung Makmur. (Foto: iNews Bjn)

BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Produksi sampah di Kabupaten Bojonegoro mencapai sekitar 368 ton per hari. Kondisi tersebut mendorong penguatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) Srawung Makmur di Desa Trucuk, Kecamatan Trucuk.

TPS 3R Srawung Makmur resmi diresmikan pada Kamis (24/9/2026). Fasilitas tersebut merupakan bagian dari program pengelolaan sampah terpadu yang didukung EMCL, pemerintah desa, dan masyarakat.

Program itu tidak hanya diarahkan untuk menyediakan sarana pengolahan sampah. Penguatan kapasitas masyarakat dan sistem pengelolaan juga menjadi bagian dari program agar kegiatan tetap berjalan setelah dukungan program berakhir.

External Engagement & Socioeconomic EMCL, Tezhart Elvandiar, mengatakan persoalan sampah merupakan tantangan kompleks yang tidak dapat ditangani oleh satu pihak saja.

“Kami memahami bahwa persoalan sampah merupakan tantangan yang kompleks dan membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak, dukungan ExxonMobil Indonesia terhadap program pengelolaan sampah tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak sepanjang periode 2025–2026.

Dalam pelaksanaannya, program tersebut telah menjangkau lebih dari 1.200 rumah tangga dan melibatkan sekitar 350 anggota kelompok pengelola sampah. Dukungan masyarakat juga diperkuat melalui keterlibatan unsur RT dan RW.

Selain itu, lebih dari 20 perempuan turut terlibat dalam kelompok arisan sampah. Kelompok tersebut telah mengumpulkan lebih dari 120 ton sampah yang kemudian dikelola sekaligus memberikan manfaat ekonomi untuk kegiatan usaha sosial dan lingkungan.

Menurut Tezhart, peresmian TPS 3R Srawung Makmur menjadi momentum untuk memperkuat semangat gotong royong antara pemerintah, masyarakat, organisasi masyarakat, dan sektor swasta.

Kepala Desa Trucuk Sunoko mengatakan persoalan sampah sebelumnya menjadi salah satu tantangan yang cukup sulit dihadapi pemerintah desa. Upaya mewujudkan fasilitas tersebut dilakukan melalui komunikasi dengan masyarakat, penyusunan proposal, hingga dukungan dari berbagai pihak.

“Bantuan dan fasilitas ini tidak boleh berhenti sampai di sini. Harapannya program ini terus berjalan, berkembang, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.

Sunoko juga menilai kolaborasi antardesa penting untuk memperluas penanganan persoalan sampah. Kerja sama tersebut diharapkan membuat pengelolaan sampah lebih terintegrasi dan mendukung program pemerintah daerah.


Bupati Bojonegoro saat resmikan TPS 3R Srawung Makmur, Trucuk.

Perubahan Perilaku Jadi Kunci

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menilai pembangunan fasilitas pengolahan sampah perlu diikuti perubahan perilaku masyarakat. Pengelolaan sampah tidak cukup hanya mengandalkan ketersediaan sarana, tetapi harus dimulai dari sumber sampah.

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono mengapresiasi dukungan EMCL melalui pembangunan sarana pengolahan sampah di Desa Trucuk.

Menurutnya, sampah merupakan persoalan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat karena diproduksi setiap hari.

“Kalau kita bicara tentang sampah, sebetulnya ini keseharian. Setiap hari kita selalu berjumpa dengan sampah,” ujarnya.

Setyo menilai sampah tidak selamanya harus dipandang sebagai beban. Melalui pengelolaan yang tepat, sampah dapat memiliki nilai ekonomi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Karena itu, TPS 3R Srawung Makmur diharapkan tidak sekadar menjadi tempat pengolahan sampah. Fasilitas tersebut juga perlu dikembangkan sebagai bagian dari sistem ekonomi masyarakat.

Pemkab Bojonegoro juga menekankan pentingnya pendampingan untuk memastikan program berjalan secara berkelanjutan. Organisasi nonpemerintah seperti Alas Institute dinilai memiliki peran dalam memberikan pendampingan, motivasi, dan penguatan kapasitas masyarakat.

“Jangan sampai setelah program ini selesai, ya selesai. Saya minta pendampingan dan tanggung jawab bersama ini terus berjalan,” tegasnya.

Menurut Setyo, keberhasilan pengelolaan sampah sangat ditentukan perubahan perilaku masyarakat. Konsep 3R perlu diterapkan sejak dari sumber sampah melalui kebiasaan mengurangi penggunaan barang yang menghasilkan sampah, menggunakan kembali barang yang masih dapat dimanfaatkan, serta memilah sampah.

“Yang harus kita tekankan adalah perilakunya dan masalah budayanya. Dalam proses pengelolaan 3R ini yang perlu kita bangun adalah budaya dan kebiasaan, baru kemudian memilih atau memilah,” katanya.

Perubahan tersebut, lanjut Setyo, dapat dimulai dari kebiasaan sederhana di lingkungan masing-masing. Kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan menjadi bagian penting dalam membangun budaya pengelolaan sampah.

Dengan produksi sampah yang mencapai sekitar 368 ton per hari, penanganan persoalan tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak secara berkelanjutan.

TPS 3R Srawung Makmur diharapkan menjadi salah satu model pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Bojonegoro. Selain membantu mengurangi persoalan lingkungan, fasilitas tersebut diharapkan mampu menciptakan nilai tambah ekonomi bagi warga.

“Fasilitas yang hari ini diberikan EMCL saya harapkan bisa berlanjut dan dimanfaatkan secara ekonomis serta berkelanjutan,” ujarnya.

Kolaborasi pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan organisasi pendamping diharapkan membuat pengelolaan sampah di Desa Trucuk tidak berhenti pada peresmian fasilitas. Program tersebut diharapkan berkembang menjadi gerakan masyarakat yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi dalam jangka panjang.

Editor: Dedi Mahdi

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut