Peringatan Dini BMKG: Angin Kencang hingga 47 Km/Jam Berpotensi Melanda Jatim, Bojonegoro Termasuk
JAWA TIMUR, iNewsBojonegoro.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo mengeluarkan peringatan dini terkait peningkatan kecepatan angin di sejumlah wilayah Jawa Timur.
Peningkatan kecepatan angin tersebut berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat pada periode 25-27 September 2026.
Berdasarkan hasil pengamatan BMKG Juanda pada 25 September 2026, kecepatan angin maksimum tercatat mencapai 47 kilometer per jam. Angka tersebut meningkat dibandingkan hari sebelumnya, ketika kecepatan angin secara umum berada pada kisaran 10-20 kilometer per jam.
Kepala BMKG Juanda, Taufiq Hermawan, menjelaskan peningkatan kecepatan angin terjadi ketika sebagian besar wilayah Jawa Timur masih berada pada puncak musim kemarau.
Saat ini sebagian besar wilayah Jawa Timur masih berada pada puncak musim kemarau.
"Dari hasil pengamatan pada tanggal 25 September 2026, peningkatan kecepatan angin ini di sebabkan oleh besarnya perbedaan tekanan tinggi (1035 hPa) di wilayah Timur Australia dengan tekanan rendah (1005 hPa) di wilayah daratan Thailand, sehingga mendorong penguatan aliran angin timuran dari Australia menuju wilayah Pulau Jawa khususnya wilayah Jawa Timur," jelasnya.
Menurut dia, kondisi tersebut diperkirakan masih berlangsung selama dua hingga tiga hari ke depan.
"Peningkatan kecepatan angin yang berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat ini diprakirakan akan bertahan hingga 2-3 hari ke depan," tambahnya.
Warga Diminta Waspada
BMKG Juanda mengimbau masyarakat dan instansi terkait meningkatkan kewaspadaan, terutama pada siang hingga sore hari selama dua hingga tiga hari ke depan.
Saat angin kencang, masyarakat diminta menghindari lokasi yang berpotensi membahayakan. Warga juga disarankan tidak berdiri atau memarkir kendaraan di bawah pohon rindang, baliho, maupun bangunan yang rapuh.
Pengendara kendaraan bermotor juga diminta meningkatkan kehati-hatian. Kondisi tersebut terutama perlu diperhatikan oleh pengendara sepeda motor serta pengemudi yang melintas di jalan tol dan jembatan terbuka.
BMKG secara khusus mengingatkan pengguna jalan di jembatan terbuka seperti Jembatan Suramadu untuk mewaspadai dorongan angin dari samping yang dapat membuat kendaraan bergoyang.
Masyarakat juga diminta menghindari aktivitas pembakaran sampah maupun kegiatan lain yang menggunakan api. Angin kencang dapat menyebabkan api cepat menyebar dan menyulitkan proses pemadaman.
Bagi masyarakat yang berada di taman hiburan, BMKG mengimbau agar menghindari wahana seperti gondola dan bianglala ketika angin bertiup kencang.
Sementara itu, pekerja proyek luar ruangan, termasuk pekerja yang melakukan aktivitas di gedung tinggi seperti pembersih jendela, diminta menghentikan sementara pekerjaan ketika kecepatan angin meningkat untuk mencegah kecelakaan kerja.
BMKG juga mengingatkan nelayan serta pengguna perahu kecil untuk mewaspadai gelombang tinggi. Angin kencang dapat memicu peningkatan tinggi gelombang laut yang berpotensi membahayakan aktivitas pelayaran.
Bojonegoro Masuk Wilayah Berpotensi Angin Kencang
Peningkatan kecepatan angin berpotensi terjadi di sejumlah daerah di Jawa Timur. Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Banyuwangi, Kota Batu, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Jember, Kota Kediri, Kabupaten Magetan, Kota Pasuruan, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Blitar.
Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Jombang, Kabupaten Kediri, Kota Malang, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Malang, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Probolinggo.
Kabupaten Sampang, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Tuban, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Madiun, Kota Mojokerto, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Gresik, Kota Blitar, Kota Probolinggo, Kota Surabaya, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Trenggalek, Kota Madiun, dan Kabupaten Pacitan.
BMKG Juanda mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca melalui kanal informasi resmi.
Masyarakat dapat memantau kondisi cuaca terkini berdasarkan citra radar cuaca WOFI melalui situs BMKG Juanda. Informasi peringatan dini tiga harian dan peringatan dini 23 jam ke depan juga diperbarui melalui kanal resmi BMKG Juanda.
Informasi dapat dipantau melalui situs stamet-juanda.bmkg.go.id, media sosial @infobmkgjuanda, saluran telepon 24 jam (031) 8668989, serta WhatsApp 0895800300011.
Editor: Arika Hutama