Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Anggrek Langka yang Terancam Punah di Hutan Jati Bojonegoro, Ini Upaya Penyelamatannya
Advertisement . Scroll to see content

Pelajar Bojonegoro Antusias Belajar tentang Ular hingga Kebakaran dari Pekerja Migas Blok Cepu

Kamis, 08 Oktober 2026 | 09:57 WIB
  • author Arik T.P
Pelajar Bojonegoro Antusias Belajar tentang Ular hingga Kebakaran dari Pekerja Migas Blok Cepu
Para pelajar saat diberi contoh cara menghaapi jika ada ular. (Foto: iNews Bjn)

BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Suasana guyub mewarnai kegiatan kerja bakti pekerja Lapangan migas Blok cepu, bersama masyarakat di Desa Sukoharjo dan Desa Leran, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Kegiatan bertema “Hijaukan Masa Depan, Wujudkan Keselamatan” itu melibatkan sedikitnya 60 pekerja dari Lapangan Banyu Urip dan Kedung Keris. Mereka bersama warga melakukan sejumlah kegiatan, mulai dari membersihkan kawasan agrowisata, menanam pohon, hingga berbagi pengetahuan kepada siswa.

Para pekerja telah berkumpul di kawasan agrowisata Desa Sukoharjo sejak pukul 06.30 WIB. Kegiatan tersebut juga diikuti Camat Kalitidu, Kapolsek Kalitidu, serta jajaran muspika.

Kepala Desa Sukoharjo Sulistiyawan menyambut para relawan EMCL dan mengajak mereka melihat kondisi kawasan agrowisata. Meski kawasan tersebut telah tertata dan memiliki banyak pepohonan, sejumlah sampah bekas aktivitas pengunjung masih terlihat berserakan.

Kondisi itu kemudian menjadi sasaran kerja bakti. Para pekerja EMCL dan warga bergotong royong mengumpulkan sampah sebelum melanjutkan kegiatan dengan menanam pohon di sepanjang kawasan tersebut.

Lokasi agrowisata yang berada tidak jauh dari jalan raya dan memiliki area luas di tepian Bengawan Solo dinilai memiliki potensi untuk terus dikembangkan.

“Kawasan ini memang terus kami kembangkan agar bisa menarik banyak pengunjung dan menghidupkan ekonomi warga,” ucap kades kepada media, Kamis (8/10/2026).

Berbagi Pengetahuan kepada Pelajar

Usai membersihkan kawasan agrowisata, para relawan dari EMCL melanjutkan kegiatan ke SD Negeri Leran IV dan Madrasah Tsanawiyah Raudlatul Huda, Sukoharjo.

Di sekolah tersebut, pekerja yang sehari-hari bertugas sebagai pengendali hama di lapangan minyak memberikan edukasi mengenai cara menghadapi ular. Para pekerja memperagakan penanganan hewan sekaligus menjelaskan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem.

Para siswa terlihat antusias mengikuti kegiatan tersebut, termasuk saat melihat ular yang digunakan sebagai media pembelajaran.

Sementara itu, petugas pemadam dan penyelamatan memberikan edukasi mengenai cara mengendalikan api. Para siswa diajak mengenali bahaya kebakaran serta memahami langkah yang tepat ketika menghadapi kondisi tersebut.

Edukasi lain diberikan pekerja yang bertugas di bidang lingkungan. Mereka mengajarkan cara memilah sampah sekaligus memperkenalkan jenis-jenis sampah kepada para siswa.

Dalam kegiatan tersebut, sekolah juga mendapatkan bantuan fasilitas untuk pemilahan sampah.

Kegiatan itu sekaligus membuka wawasan siswa mengenai beragam profesi di industri hulu minyak dan gas bumi. Mereka diperkenalkan pada pekerjaan di bidang lingkungan, pengendalian hama, pemadam kebakaran, dan penyelamatan.

Kepala Desa Leran Mutabi’in mengapresiasi keterlibatan para pekerja EMCL dalam kegiatan tersebut. Menurut dia, kehadiran para relawan tidak hanya membantu masyarakat, tetapi juga memberikan inspirasi kepada anak-anak di desanya.

Dia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan. Menurutnya, keterlibatan berbagai fungsi dan departemen di internal EMCL membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara perusahaan, masyarakat, dan pemerintah desa.

“Kita jadi kenal mereka, dan mereka juga tahu kondisi kami di desa,” ujarnya.

Perwakilan EMCL Ali Mahmud menyampaikan terima kasih kepada masyarakat dan pemerintah setempat yang telah memberikan kesempatan kepada para pekerja untuk terlibat langsung dalam kegiatan bersama warga.

Menurut dia, dukungan masyarakat menjadi bagian penting dalam kelancaran kegiatan industri hulu migas, termasuk operasional di Lapangan Kedung Keris.

Karena itu, EMCL menyatakan akan terus membangun hubungan baik dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

“Operasi di Lapangan Banyu Urip dan Kedung Keris telah menyumbang lebih dari 25 persen produksi minyak nasional, itu adalah pencapaian kita bersama,” pungkasnya.

Editor: Arika Hutama

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut