Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Sebanyak 15.972 Buruh Rokok di Bojonegoro Terima BLT DBHCHT, Masing-Masing Rp875 Ribu
Advertisement . Scroll to see content

Pejabat Pusat Bolak-balik Tinjau KDMP di Bojonegoro, Warga Pertanyakan Pembeli

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 07:49 WIB
  • author D. AL Mahdi
Pejabat Pusat Bolak-balik Tinjau KDMP di Bojonegoro, Warga Pertanyakan Pembeli
Bupati Bojonegoro saat menemani pejabat Kemenpan RB kunjungi KDMP. (Foto: Ist)

BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Sejumlah pejabat Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) meninjau kesiapan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Namun, di tengah kunjungan yang berlangsung pada kamis (15/10/2026) tersebut, muncul pertanyaan mengenai aktivitas usaha koperasi yang dinilai masih sepi pembeli.

Peninjauan dilakukan oleh Staf Ahli Bidang Budaya Kerja Kementerian PAN-RB Abdul Hakim dan Staf Khusus Bidang Politik Pemerintahan dan Isu Keamanan Nasional Brigjen Pol. Donny Adityawarman. Rombongan didampingi Bupati Bojonegoro Setyo Wahono beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Ada empat lokasi yang dikunjungi, yakni KDKMP Desa Campurejo dan Desa Pacul di Kecamatan Bojonegoro, serta KDKMP Desa Trucuk dan Desa Banjarsari di Kecamatan Trucuk.

Kunjungan tersebut bertujuan memastikan kesiapan sarana, prasarana, dan sistem operasional koperasi agar dapat berfungsi sebagai penggerak ekonomi masyarakat di tingkat desa.

Di setiap lokasi, rombongan menyerahkan 60 paket sembako kepada warga. Mereka juga memeriksa gudang penyimpanan, ketersediaan kebutuhan pokok, serta armada pendukung distribusi yang terdiri atas satu truk, satu mobil pikap, dan dua kendaraan roda tiga.

Kelengkapan fasilitas dan armada dinilai penting untuk menunjang distribusi barang, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil. Dengan dukungan sarana tersebut, koperasi diharapkan dapat memperkuat rantai pasok kebutuhan pokok masyarakat.

Program Gayatri Dukung Pasokan Telur di Koperasi

Saat berdialog dengan Manajer KDKMP Desa Pacul, Brigjen Pol. Donny Adityawarman menyoroti ketersediaan telur yang dijual di koperasi tersebut.

Menurut dia, pasokan telur itu tidak terlepas dari dukungan program Gayatri atau Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

“Di sini juga dijual telur, tentu berkat dukungan program Gayatri dari Pak Bupati Wahono dan Wakil Bupati Nurul,” tuturnya.

Program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk mendukung penyediaan telur sekaligus mengembangkan kegiatan ekonomi masyarakat.

Meski demikian, keberadaan barang dagangan, fasilitas penyimpanan, dan kendaraan distribusi belum dengan sendirinya menunjukkan seberapa aktif kegiatan usaha koperasi. Tingkat penjualan, jumlah pembeli, dan perputaran stok menjadi indikator lain yang perlu diperhatikan untuk menilai keberlangsungan operasional KDKMP.

Kerap Dikunjungi Pejabat Pusat, Aktivitas Penjualan Disorot

Kunjungan pejabat Kementerian PAN-RB kali ini menambah daftar kedatangan pejabat pemerintah pusat ke Bojonegoro untuk meninjau kesiapan operasional KDKMP.

Sebelumnya, sejumlah pejabat pusat dari berbagai instansi, termasuk pejabat setingkat menteri, kepala badan, pimpinan Agrinas, Wakil Panglima TNI, dan wakil menteri, juga disebut telah berulang kali mengunjungi Bojonegoro untuk melihat perkembangan koperasi tersebut.

Di tengah intensitas kunjungan itu, sebagian warga mempertanyakan apakah koperasi sudah benar-benar menjadi tempat bertransaksi dan memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat.

M. Sohib, warga Desa Pacul, mengungkapkan pengamatannya mengenai aktivitas jual beli di koperasi.

"Setahu saya KDMP hanya ramai dikunjungi pejabat ya, yang beli tidak ada," katanya, jumat (16/10).

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah KDKMP terlihat minim aktivitas pembelian. Bahkan, salah satu KDKMP Desa Kota Bojonegoro sebelumnya disebut oleh pejabat setempat memiliki omzet sekitar Rp 100.000 per hari.

Angka tersebut menjadi salah satu catatan yang perlu ditelusuri lebih lanjut untuk mengetahui perkembangan usaha koperasi, termasuk jumlah transaksi, jenis barang yang paling diminati, serta kemampuan koperasi menarik pembeli dari lingkungan sekitar.

Namun, omzet satu koperasi tidak serta-merta menggambarkan kondisi seluruh KDKMP di Bojonegoro. Data penjualan dari masing-masing koperasi, jumlah pelanggan, dan perkembangan omzet dalam periode tertentu diperlukan untuk mendapatkan gambaran yang lebih menyeluruh.

Pada akhirnya, kesiapan operasional KDKMP tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan bangunan, stok barang, dan kendaraan distribusi. Kemampuan koperasi menjalankan usaha secara berkelanjutan, melayani kebutuhan warga, serta menciptakan transaksi ekonomi di tingkat desa juga menjadi aspek penting yang perlu dievaluasi.

Editor: Arika Hutama

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut