Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kuliah Sambil Kerja Bisa Lulus 2 Tahun? Ini Jalur RPL Tipe A Unigoro dan Syaratnya
Advertisement . Scroll to see content

Ratusan Guru Bojonegoro dan Tuban Ikuti Pelatihan Pembinaan Olimpiade Sains Nasional di Unigoro

Senin, 19 Oktober 2026 | 12:26 WIB
  • author Arik T.P
Ratusan Guru Bojonegoro dan Tuban Ikuti Pelatihan Pembinaan Olimpiade Sains Nasional di Unigoro
Ratusan guru dari Bojonegoro dan Tuban saat mengikuti pelatihan OSN di Unigoro. (Foto: iNews Bjn)

BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Penguatan kompetensi guru menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan prestasi siswa dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN). 

Untuk mendukung upaya tersebut, ratusan guru SD/MI dan SMP/MTs dari Kabupaten Bojonegoro dan Tuban mengikuti Pelatihan Guru Pembina OSN di Active Class Universitas Bojonegoro (Unigoro).

Pelatihan ini membekali peserta dengan pendalaman materi serta strategi penyelesaian soal OSN untuk tiga bidang, yakni Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). 

Guru diharapkan dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh untuk memperkuat pembinaan siswa di sekolah masing-masing.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) EMCL, yang berkolaborasi dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unigoro serta Pusat Belajar Guru (PBG) Bojonegoro.

Kolaborasi lintas lembaga ini menjadi upaya memperluas akses guru terhadap pendampingan tenaga ahli. Dengan begitu, pembinaan OSN di Bojonegoro dan Tuban diharapkan berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.

Pelatihan menghadirkan sejumlah narasumber yang berpengalaman dalam pembinaan OSN, termasuk memiliki rekam jejak mengantarkan siswa berkompetisi di tingkat nasional. 

Bidang IPA dibimbing oleh Abdul Wahab, M.Pd. untuk materi Fisika dan Muhammad Shobirin, M.Pd. untuk Biologi. Sementara itu, bidang Matematika diampu Isbandi Anang Tatur, S.Si., dan bidang IPS oleh Fani Efendi, S.Pd.

Melalui pendalaman materi dan diskusi langsung, para peserta berkesempatan mempelajari strategi penyelesaian soal sekaligus pendekatan pembinaan yang dapat diterapkan untuk mempersiapkan siswa menghadapi kompetisi sains.

Project Manager Program, Dr. Amandha Pradhani Yanwar, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut dirancang untuk membuka ruang komunikasi langsung antara guru dan para ahli pembina OSN.

“Harapannya, guru-guru bisa langsung berdiskusi dan berdialog secara terarah dengan para narasumber,” harapnya.

Perwakilan EMCL, Joni Wicaksono, juga berharap pelatihan tersebut dapat meningkatkan kompetensi guru sekaligus mendorong motivasi mereka dalam mengembangkan potensi siswa.

“Kami berharap melalui pertemuan dengan para ahli pembina OSN, para guru semakin termotivasi untuk memberikan mengembangkan potensi siswa dan mempersiapkan mereka menghadapi kompetisi sains,” terangnya.

Dukungan terhadap pelatihan juga disampaikan para narasumber. Fani Efendi, S.Pd., mengapresiasi kegiatan yang dinilainya sesuai dengan kebutuhan guru. 

Ia berharap pelatihan serupa dapat diselenggarakan secara rutin agar semakin banyak pendidik memperoleh kesempatan meningkatkan kemampuan dalam membina peserta OSN.

Sementara itu, Muhammad Shobirin, M.Pd., menilai peningkatan kompetensi guru perlu diikuti kegiatan praktik dan pengukuran kemampuan. Ia mengusulkan penyelenggaraan kompetisi olimpiade bagi guru maupun murid untuk menjaga keberlanjutan pembinaan sekaligus mendorong peningkatan prestasi.

Harapan serupa datang dari peserta pelatihan. Abdul Mujib Romadhoni, S.Pd.I., guru MIS Darul Ulum Pasinan yang mengikuti bidang IPA, mengapresiasi penyampaian materi Fisika dan Biologi. Ia berharap durasi pelatihan dapat diperpanjang agar peserta memperoleh kesempatan mendalami materi secara lebih menyeluruh.

Menurutnya, pendampingan yang berlangsung secara berkesinambungan juga diperlukan agar hasil pelatihan dapat diterapkan secara optimal dalam pembinaan siswa di sekolah.

Melalui program kolaboratif ini, LPPM Unigoro, EMCL, dan PBG Bojonegoro berharap peningkatan kapasitas guru dapat menjadi fondasi bagi pembinaan OSN yang lebih kuat. 

Dengan pembinaan yang semakin baik, semakin banyak siswa dari Bojonegoro dan Tuban diharapkan memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi dan meraih prestasi di tingkat nasional.

Editor: Arika Hutama

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut