Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Sebanyak 15.972 Buruh Rokok di Bojonegoro Terima BLT DBHCHT, Masing-Masing Rp875 Ribu
Advertisement . Scroll to see content

Pulihkan Hutan Gundul, Bojonegoro Siapkan Gerakan Reboisasi Besar-besaran Tahun 2027

Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:13 WIB
  • author Arik Tri P
Pulihkan Hutan Gundul, Bojonegoro Siapkan Gerakan Reboisasi Besar-besaran Tahun 2027
Kondisi hutan gundul di wilayah selatan Bojonegoro. (Foto: Ist)

BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menargetkan gerakan penanaman satu juta pohon pada 2027 sebagai upaya memulihkan kawasan hutan yang gundul, mengurangi dampak kekeringan, dan menjaga kelestarian lingkungan.

Rencana tersebut disampaikan Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah saat menghadiri peluncuran Wisata TEKAD (Trip Edukasi, Kemah, Adventure, dan Dolanan) di Geosite Banyu Kuning, Desa Krondonan, Kecamatan Gondang pada 24 oktober 2026 kemarin.

Nurul mengatakan, pelestarian lingkungan membutuhkan langkah konkret dan keterlibatan berbagai pihak. Menurut dia, kondisi sejumlah kawasan hutan yang masih gundul harus menjadi perhatian bersama agar potensi alam Bojonegoro tetap terjaga.

“Pembangunan tidak cukup hanya dengan seremonial. Kita perlu aksi nyata untuk menjawab persoalan lingkungan di masyarakat. Karena itu, mari bersama-sama melakukan penanaman pohon dan menjaga kelestarian hutan,” ungkapnya.

Pemerintah kabupaten pun mendorong kolaborasi lintas sektor untuk menjalankan penghijauan secara terencana dan berkelanjutan. Gerakan tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan penanaman, tetapi juga memastikan pohon yang ditanam dapat tumbuh dan memberikan manfaat bagi lingkungan.

Perhutani Siapkan Satu Juta Bibit

Dukungan terhadap program penghijauan juga disampaikan Asper BKPH Gondang, Tito Murbo Santoso. Dalam kegiatan tersebut, ia menyampaikan kesiapan pihaknya untuk mendukung upaya reboisasi di Bojonegoro.

KPH Bojonegoro menyediakan sekitar satu juta bibit pohon untuk mendukung program tersebut. Penanaman direncanakan mencakup area kurang lebih 2.300 hektare pada 2027.

Rencana ini akan dikoordinasikan bersama Perhutani, perangkat daerah terkait, para camat, pemerintah desa, dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam). Masyarakat serta kalangan pendidikan juga diharapkan terlibat dalam pelaksanaan penghijauan.

Sebagai tahap awal, penanaman direncanakan menyasar kawasan di sepanjang jalan menuju Desa Krondonan dan wilayah sekitarnya yang membutuhkan penghijauan. Penentuan lokasi akan dibahas lebih lanjut bersama pihak terkait agar kegiatan reboisasi tepat sasaran.

Pelaksanaan penanaman diproyeksikan berlangsung pada musim hujan 2027, dengan Februari sebagai salah satu waktu yang dipertimbangkan dalam koordinasi awal. Jadwal dan lokasi definitif masih perlu ditindaklanjuti oleh pihak-pihak yang terlibat.

Pemkab Bojonegoro berharap program tersebut menjadi gerakan berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial. Perawatan setelah penanaman menjadi faktor penting agar bibit yang ditanam mampu tumbuh dan memberikan manfaat ekologis dalam jangka panjang.

Reboisasi untuk Ketahanan Lingkungan dan Pariwisata

Selain memulihkan kawasan hutan, reboisasi berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem, meningkatkan tutupan vegetasi, dan memperkuat ketahanan lingkungan terhadap dampak kekeringan.

Pelestarian alam juga dinilai penting untuk mendukung pengembangan pariwisata berbasis potensi lokal, termasuk Geosite Banyu Kuning. Lingkungan yang terjaga dapat memperkuat daya tarik wisata alam sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Melalui kolaborasi pemerintah daerah, Perhutani, pemerintah desa, komunitas, pelajar, dan masyarakat, gerakan penghijauan diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang bagi Bojonegoro.

Nurul Azizah mengajak seluruh elemen masyarakat mengambil bagian dalam menjaga hutan dan lingkungan. Keberhasilan reboisasi, menurut arahannya, tidak hanya ditentukan oleh banyaknya pohon yang ditanam, tetapi juga oleh konsistensi perawatan hingga pohon tumbuh dan kawasan hutan kembali lestari.

Editor: Arika Hutama

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut