Mengenang Wahyu Subakdiono, Sosok di Balik Upaya Menjaga Kerukunan Perguruan Silat di Bojonegoro
BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Kabar duka datang dari keluarga besar Bojonegoro Kampung Pesilat (BKP). Ketua BKP Kabupaten Bojonegoro, sekaligus ketua PSHT Wahyu Subakdiono, meninggal dunia pada Rabu (28/10/2026) setelah mengalami sakit. Kepergiannya menjadi kehilangan bagi berbagai perguruan pencak silat dan masyarakat Bojonegoro.
Kapolres Bojonegoro AKBP Yenni Diarty bersama jajaran menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Wahyu Subakdiono. Sebagai bentuk penghormatan, Kapolres bersama para pejabat utama (PJU) Polres Bojonegoro mendatangi kediaman almarhum untuk bertakziah.
Wahyu dikenal memiliki peran penting dalam membangun kebersamaan dan menjaga hubungan harmonis ant perguruan pencak silat di Kabupaten Bojonegoro. Selama memimpin PSHT Bojonegoro dan BKP, almarhum berupaya menjadikan organisasi tersebut sebagai wadah pemersatu yang mengedepankan persaudaraan, kerukunan, dan persatuan.
Melalui BKP, berbagai perguruan pencak silat dikoordinasikan untuk memperkuat komunikasi, mencegah potensi konflik, serta mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan kondusif.
Kapolres Bojonegoro menilai kontribusi Wahyu tidak terlepas dari upaya membangun sinergi antara berbagai perguruan pencak silat di wilayah setempat.
“Almarhum telah memberikan kontribusi besar dalam menjaga kebersamaan dan persaudaraan antarperguruan silat. Semoga semangat persatuan yang telah dibangun dapat terus dilanjutkan oleh seluruh keluarga besar Bojonegoro Kampung Pesilat,” ujar Kapolres Bojonegoro.
Kapolres juga berharap BKP tetap menjalankan perannya sebagai wadah pemersatu bagi seluruh perguruan pencak silat. Nilai persaudaraan, toleransi, dan komitmen menjaga keamanan wilayah diharapkan terus menjadi landasan bagi organisasi tersebut.
Kepergian Wahyu Subakdiono meninggalkan duka bagi keluarga besar BKP dan masyarakat Bojonegoro. Dedikasi serta semangat kebersamaan yang diwariskannya diharapkan dapat terus dilanjutkan untuk menjaga persatuan dan mewujudkan Bojonegoro yang aman, damai, serta kondusif.
Editor: Arika Hutama