RSUD Kalitidu Bojonegoro Ditargetkan Beroperasi 2027, Ini Layanan yang Disiapkan
BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus mematangkan persiapan operasional RSUD Kalitidu yang berlokasi di Desa Talok, Kecamatan Kalitidu. Rumah sakit dengan layanan unggulan kesehatan jiwa tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada 2027.
Sejumlah kebutuhan tengah disiapkan, mulai dari sarana dan prasarana, tenaga kesehatan, peralatan medis, hingga pemenuhan perizinan. Penyesuaian juga dilakukan terhadap kebutuhan ruangan dan alur pelayanan pasien agar rumah sakit dapat menjalankan fungsinya secara optimal.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro Ninik Susmiati mengatakan, RSUD Kalitidu dirancang sebagai rumah sakit umum kelas D. Dengan demikian, fasilitas kesehatan tersebut tidak hanya melayani pasien dengan gangguan kesehatan jiwa, tetapi juga masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan umum.
“Karena ini rumah sakit umum dengan layanan unggulan kesehatan jiwa, alur pasien umum dan pasien jiwa perlu disesuaikan. Ruangan-ruangannya juga harus memenuhi kebutuhan pelayanan khusus kesehatan jiwa,” jelasnya.
Ninik menjelaskan, kapasitas RSUD Kalitidu diperkirakan mencapai 50 hingga 75 tempat tidur. Meski demikian, jumlah tersebut masih dapat disesuaikan dengan kebutuhan operasional serta ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang akan bertugas.
Menurut dia, proses pengadaan peralatan medis, pemenuhan perizinan, dan penyiapan tenaga kesehatan dilakukan secara paralel. Dinkes berupaya memastikan seluruh kebutuhan tersebut terpenuhi sebelum pelayanan rumah sakit dibuka.
Adapun penanganan pasien kesehatan jiwa direncanakan melalui tahapan stabilisasi terlebih dahulu di fasilitas rehabilitasi.
Setelah kondisi pasien dinilai stabil, mereka direncanakan dapat dipindahkan ke RSUD Kalitidu dalam kurun waktu sekitar dua hingga tiga bulan. Pelaksanaannya tetap menyesuaikan kesiapan layanan rumah sakit.
Ninik menegaskan, seluruh tahapan persiapan terus dikebut agar target operasional pada 2027 dapat tercapai.
“Targetnya pada 2027. Saat ini kami terus berproses, mulai dari sarana dan prasarana, SDM, peralatan hingga perizinan. Harapannya, seluruh tahapan berjalan lancar sehingga apa yang kami rencanakan bisa terwujud,” pungkasnya.
Editor: Arika Hutama