Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Sebanyak 15.972 Buruh Rokok di Bojonegoro Terima BLT DBHCHT, Masing-Masing Rp875 Ribu
Advertisement . Scroll to see content

Mulai Januari 2027, Pemkab Bojonegoro Gratiskan Layanan Cuci Darah di Lima RSUD, Simak Daftarnya

Kamis, 05 November 2026 | 07:32 WIB
  • author Arik T.P
Mulai Januari 2027, Pemkab Bojonegoro Gratiskan Layanan Cuci Darah di Lima RSUD, Simak Daftarnya
Gedung RSUD Bojonegoro. (Foto: Dedi / iNews)

BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro akan memberlakukan program layanan cuci darah atau hemodialisa gratis di lima rumah sakit umum daerah (RSUD) mulai Januari 2027. Program tersebut ditujukan untuk membantu 146 pasien yang selama ini rutin menjalani terapi cuci darah.

Melalui kebijakan tersebut, pasien hemodialisa di Bojonegoro tidak perlu lagi dirujuk ke rumah sakit luar daerah untuk mendapatkan layanan cuci darah. Pelaksanaannya menggunakan skema Kerja Sama Operasional (KSO).

Lima rumah sakit yang akan menyediakan layanan tersebut adalah RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo, RSUD Temayang, RSUD Sumberrejo, RSUD Padangan, dan RSUD Kepohbaru.

Rencana program layanan kesehatan gratis itu disampaikan Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah dalam Pertemuan Rutin Dharma Wanita Persatuan (DWP) Bojonegoro, Selasa (3/11/2026). Kegiatan berlangsung di ruang pertemuan Kantor DWP Bojonegoro.

Dalam kesempatan tersebut, Nurul menyampaikan bahwa sektor kesehatan di Bojonegoro mengalami perkembangan signifikan. Pemkab, kata dia, terus berupaya memperkuat fasilitas kesehatan modern sekaligus memperluas jaminan pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat.

"RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo kini dilengkapi fasilitas layanan jantung terbaik nomor dua di Jawa Timur dan meraih penghargaan Penanganan Jantung Terbaik No. 3 Tingkat Nasional," ujarnya.

Selain memperluas layanan hemodialisa, Pemkab Bojonegoro juga mengembangkan fasilitas penanganan penyakit jantung dan stroke. Salah satunya melalui layanan terapi pembuluh darah atau Digital Subtraction Angiography (DSA) di RSUD Sosodoro Djatikoesoemo.

Layanan DSA tersebut ditawarkan dengan tarif Rp 1,5 juta hingga Rp 6 juta. Biaya itu diklaim jauh lebih terjangkau dibandingkan layanan serupa di sejumlah rumah sakit luar daerah yang dapat mencapai Rp 50 juta hingga Rp 70 juta.

Nurul menambahkan, penguatan layanan kesehatan juga berdampak terhadap peningkatan Angka Harapan Hidup (AHH) masyarakat Bojonegoro.

Menurut dia, AHH Bojonegoro meningkat dari 73 tahun pada 2023 menjadi 75 tahun 2 bulan. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator perkembangan sektor kesehatan di daerah.

Sementara itu, pertemuan rutin DWP kali ini sekaligus menjadi pembukaan program DWP Sehat dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Dharma Wanita Persatuan. Kegiatan tersebut ditandai dengan pelaksanaan vaksinasi HPV untuk mencegah kanker leher rahim atau kanker serviks.

Melalui rangkaian program tersebut, Pemkab Bojonegoro berharap peningkatan fasilitas kesehatan dapat berjalan beriringan dengan upaya memperluas akses pelayanan yang terjangkau bagi masyarakat.

Editor: Arika Hutama

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut