Pamitan Periksa Kesehatan, Lansia Bojonegoro Ditemukan Meninggal di Sungai Bengawan Solo

Tim iNews Bjn
Korban saat dievakuasi dari sungai bengawan solo. Foto: Istimewa

BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Seorang perempuan lanjut usia ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai Bengawan Solo setelah dilaporkan jatuh dari Jembatan Glendeng, Desa Simo, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Senin (5/1/2026) sore.

Korban diketahui bernama Kasiatun (65), warga Jalan Munginsidi, Gang Rel Loko, RT 37/RW 06, Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro. Korban sehari-hari berstatus sebagai pekerja swasta. Namun berdasarkan sejumlah saksi, korban juga disebut sengaja melompat ke sungai terpanjang di pulau jawa ini.

Kapolsek Bojonegoro Kota, AKP Agus El Fauzi, yang turut melakukan serah terima jenazah di rumah duka, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB.

"Kepolisian Sektor Soko menerima laporan dari warga sekitar pukul 15.15 WIB mengenai seorang perempuan yang dilaporkan terjatuh dari atas jembatan dan tenggelam di sungai," jelasnya.

Petugas Polsek Soko bersama warga setempat segera mendatangi lokasi kejadian dan melakukan upaya pencarian. Sekitar pukul 15.45 WIB, korban berhasil ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa. Saat ditemukan, tidak ada identitas diri yang melekat pada korban.

"Jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Bojonegoro untuk dilakukan pemeriksaan luar oleh tenaga medis. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun indikasi tindak pidana lain," tambahnya.

Peristiwa tersebut selanjutnya diinformasikan kepada masyarakat sekitar hingga pihak keluarga korban mengetahui kejadian itu. Berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui menderita sakit menahun dan tinggal seorang diri di rumah. Pada hari kejadian, korban berpamitan kepada keluarga sekitar pukul 10.00 WIB dengan alasan hendak memeriksakan kesehatannya dan berangkat seorang diri.

AKP Agus El Fauzi menambahkan, pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama Unit Pamapta Polres Tuban. Keluarga korban menyatakan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi, yang dituangkan dalam surat pernyataan resmi. Jenazah selanjutnya diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Editor : Dedi Mahdi

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network