BALEN, iNewsBojonegoro.id - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memperkuat sektor pertanian sebagai upaya menjaga ketahanan pangan daerah. Sebagai penghasil padi terbesar kedua di Jawa Timur, Pemkab Bojonegoro menargetkan peningkatan produktivitas melalui penerapan benih padi hibrida yang didukung penguatan infrastruktur pengairan.
Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Bojonegoro Setyo Wahono saat kegiatan Bupati Medhayoh yang digelar di kawasan Sumur Mojo, Desa Sobontoro, Kecamatan Balen, Rabu (28/1/2026). Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyoroti potensi pertanian di wilayah Balen yang saat ini rata-rata menghasilkan 6,5 ton gabah per hektare.
Menurut Bupati, capaian tersebut masih dapat ditingkatkan secara signifikan apabila petani menerapkan manajemen lahan yang tepat, terutama dalam pengaturan pola dan jeda tanam.
“Kuncinya ada pada tata tanam. Berikan jeda waktu minimal dua minggu sebelum penanaman kembali agar unsur hara di dalam tanah bisa bekerja maksimal,” ujar Setyo Wahono.
Selain mendorong peningkatan produksi, Bupati juga mengajak masyarakat untuk tetap menjaga kelestarian alam dan lingkungan sekitar. Ia menekankan bahwa keberlanjutan sektor pertanian sangat bergantung pada keseimbangan antara produktivitas dan pelestarian lingkungan.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro Zaenal Fanani menjelaskan bahwa strategi peningkatan produksi padi ini ditujukan untuk mempertahankan sekaligus melampaui capaian produksi tahun 2025 yang mencapai 886 ribu ton.
Zaenal mengungkapkan, hasil uji coba penggunaan padi hibrida menunjukkan peningkatan produksi yang cukup signifikan di sejumlah wilayah. Di Desa Gajah, Kecamatan Baureno, hasil panen meningkat dari rata-rata 5 ton menjadi 8 ton per hektare. Sementara di Desa Pejok, Kecamatan Kepohbaru, produksi melonjak dari 8 ton hingga mencapai 13 ton per hektare.
“Strategi utama DKPP di tahun 2026 adalah kombinasi antara pembangunan sumur bor untuk menjamin pengairan serta penanaman padi hibrida secara masif,” jelasnya.
Dari sisi petani, dukungan pemerintah tersebut disambut positif. Saiful Ashar, perwakilan Kelompok Tani (Poktan) Desa Sobontoro, Kecamatan Balen, menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemkab Bojonegoro terhadap sektor pertanian.
Ia berharap ke depan pemerintah juga memperkuat dukungan sarana dan prasarana pertanian, khususnya ketersediaan alat mesin pertanian (alsintan) dan jaringan irigasi yang memadai.
“Kami sangat berharap adanya perbaikan saluran irigasi tersier di area persawahan serta dukungan unit combine harvester. Dengan strategi baru ini, kami optimistis pertanian Desa Sobontoro semakin maju dan menyejahterakan petani,” ungkap Saiful.
Editor : Arika Hutama
Artikel Terkait
