GONDANG, iNewsBojonegoro.id - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Gondang, Kabupaten Bojonegoro, pada Senin (16/3/2026) sore memicu luapan Sungai Gondang atau Kali Pacal.
Air sempat menggenangi sejumlah titik jalan dan lingkungan permukiman warga, namun kondisi cepat surut tanpa menimbulkan korban jiwa maupun kerugian.
Kapolsek Gondang AKP Bambang Adi Tenggani mengatakan luapan air terjadi sekitar pukul 17.20 WIB setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak sekitar pukul 16.30 WIB.
“Luapan air berasal dari Sungai Gondang atau Kali Pacal akibat intensitas hujan yang cukup tinggi,” kata Bambang.
Genangan pertama dilaporkan terjadi di Dusun Gondang (Lorkali), Desa Gondang. Air sempat menggenangi jalan lingkungan di RT 06 RW 02 dengan ketinggian sekitar 10 sentimeter atau setinggi mata kaki orang dewasa.
Namun, genangan tersebut tidak berlangsung lama. Sekitar pukul 17.40 WIB air mulai surut dan kondisi kembali normal.
Selain di permukiman warga, genangan juga terjadi di Jalan PUK Gondang–Klino, tepatnya di depan Puskesmas Gondang.
Air di lokasi tersebut berasal dari luapan anak Sungai Gondang serta aliran air yang datang dari kawasan hutan.
Ketinggian air diperkirakan kurang dari 50 sentimeter dan sempat merendam jalan sepanjang sekitar 100 meter. Akibatnya, kendaraan roda dua maupun roda empat sempat tidak dapat melintas.
“Sekitar pukul 17.45 WIB air mulai surut dan kendaraan sudah bisa melintas kembali secara bergantian,” jelas Bambang.
Petugas dari Polsek Gondang bersama Posramil dan Satpol PP segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan serta memastikan situasi di lapangan tetap aman.
Sementara itu, banjir juga dilaporkan terjadi di wilayah perbatasan Kecamatan Gondang dan Kecamatan Temayang, tepatnya di Desa Sugihan.
Kapolsek Temayang AKP Eko Suwanto menyebut banjir yang terjadi di desa tersebut merupakan banjir bandang dengan ketinggian air sekitar 10 sentimeter.
“Kondisi sudah surut dan tidak mengganggu arus lalu lintas,” ujarnya.
Ia menambahkan tidak ada rumah warga yang terendam. Air hanya sempat menggenangi halaman sekitar tiga rumah warga sebelum akhirnya surut. Saat ini aktivitas masyarakat telah kembali normal.
Editor : Arika Hutama
Artikel Terkait
