BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi genangan air di wilayah pusat kota dengan memasang pompa air jenis sibel (submersible) permanen di sejumlah titik strategis. Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, meninjau langsung kesiapan pemasangan pompa tersebut.
Tiga lokasi yang menjadi prioritas pemasangan pompa sibel berada di kawasan dengan mobilitas warga tinggi, yakni di depan Kantor Arsip Jalan Pattimura No. 1A, Sumbang; di depan SMP Islam Jalan Panglima Polim No. 38, Sumbang; serta di depan Rumah Dinas Wakil Bupati di Jalan Panglima Sudirman.
Menurut Nurul Azizah, ketiga titik tersebut kerap mengalami genangan saat hujan dengan intensitas tinggi sehingga berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, lalu lintas, serta pelayanan publik. Oleh karena itu, pemasangan sibel permanen menjadi bagian dari strategi jangka menengah pemerintah daerah dalam memperkuat sistem drainase perkotaan.
“Pemasangan sibel ini bukan hanya penambahan alat, tetapi bagian dari integrasi sistem drainase kota. Pompa ini berfungsi sebagai alat bantu untuk mempercepat aliran air saat saluran drainase tidak mampu menampung debit air hujan yang tinggi,” ujar Nurul Azizah dikutip Bojonegoro.iNews.id, dari laman pemkab rabu (14/1).
Ia menjelaskan, pompa sibel bekerja secara mekanis dengan menyedot dan membuang air menuju sungai atau penampungan utama, sehingga genangan dapat segera surut meski terjadi hujan ekstrem.
Lebih lanjut, Nurul Azizah menyebut keberadaan sibel permanen diharapkan mampu memberikan sejumlah manfaat, mulai dari memperpendek durasi genangan di jalan raya, mencegah kerusakan aspal dan fasilitas umum, hingga menjaga kelancaran arus lalu lintas di kawasan pusat kota.
“Selain menopang kinerja drainase yang sudah ada, sibel juga diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan dan kerugian material, khususnya di lingkungan sekolah dan perkantoran,” jelasnya.
Wabup menegaskan, upaya tersebut dilakukan agar aktivitas masyarakat, termasuk sektor pendidikan dan ekonomi, tetap berjalan normal meski memasuki musim hujan.
“Kami ingin memastikan masyarakat tetap nyaman beraktivitas saat musim hujan. Jalan harus cepat kering dan akses pendidikan serta ekonomi tidak boleh terganggu akibat genangan air,” pungkasnya.
Editor : Dedi Mahdi
Artikel Terkait
