Tangis Keluarga Pecah, Suasana Haru Warnai Kepulangan Jemaah Haji Bojonegoro

Arik T.P
Momen kedatangan jemaah haji saat disambut keluarga di Bojonegoro. Foto: dok Pemkab

BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id – Kepulangan jemaah haji asal Kabupaten Bojonegoro disambut penuh haru oleh keluarga dan kerabat yang telah menanti sejak pagi. Ratusan penjemput memadati kawasan Jalan P. Mas Tumapel untuk menyambut para tamu Allah yang kembali dari Tanah Suci setelah menuntaskan rangkaian ibadah haji.

Kedatangan jamaah haji Bojonegoro berlangsung secara bertahap. Kloter 30 menjadi rombongan pertama yang tiba pada Senin (8/6/2026). Selanjutnya, Kloter 37, 38, dan 39 tiba pada Kamis (11/6/2026) dini hari. Sementara Kloter 40, 41, dan 42 kembali ke Bojonegoro pada Jumat (12/6/2026).

Sejak beberapa jam sebelum kedatangan, keluarga jamaah telah berkumpul di lokasi penyambutan. Mereka terus memandang ke arah jalan, menunggu bus yang membawa anggota keluarga mereka pulang setelah menunaikan ibadah di Tanah Suci.

Suasana berubah menjadi riuh ketika iring-iringan bus mulai terlihat dari kejauhan. Lambaian tangan, sorak gembira, hingga tangis haru mewarnai momen pertemuan yang telah lama dinantikan. Banyak keluarga berusaha mengenali wajah kerabat mereka dari balik kaca bus, sebelum akhirnya melepas rindu dengan pelukan hangat.

Momen kepulangan itu juga diwarnai dengan hadirnya berbagai oleh-oleh khas Arab Saudi yang dibawa para jamaah. Boneka unta dengan berbagai ukuran tampak menghiasi tangan para jamaah maupun keluarga yang membantu membawa barang bawaan. Pemandangan tersebut menjadi salah satu ciri khas yang selalu menyertai kepulangan jamaah haji setiap tahunnya.

Salah satu jamaah, Karsini, mengaku bersyukur dapat menuntaskan seluruh rangkaian ibadah dan kembali ke tanah air dalam kondisi sehat. Ia mengaku pengalaman pertama melihat Ka'bah menjadi kenangan yang tak terlupakan.

"Alhamdulillah senang sekali. Waktu pertama melihat Ka'bah rasanya campur aduk, sampai menetes air mata. Di sana ibadah lancar, petugas juga banyak membantu. Sekarang lebih senang lagi karena bisa pulang dan bertemu keluarga," ujarnya.

Hal serupa disampaikan Sumidi. Menurutnya, perjalanan haji tahun ini menjadi pengalaman spiritual yang sangat berkesan meski harus menjalani ibadah di tengah suhu udara yang cukup tinggi.

"Alhamdulillah semuanya lancar. Memang panas, tapi karena niat ibadah jadi terasa ringan. Yang paling membahagiakan ya saat bus sampai dan melihat anak cucu sudah menunggu. Rasanya lega dan bersyukur sekali," tuturnya.

Kepulangan jamaah haji tahun ini bukan sekadar menandai berakhirnya perjalanan ibadah di Tanah Suci. Lebih dari itu, momen tersebut menjadi ajang pertemuan kembali keluarga yang dipenuhi rasa syukur dan kebahagiaan. Tangis haru, senyum, serta pelukan hangat yang mewarnai penyambutan di Jalan P. Mas Tumapel menjadi gambaran betapa berharganya sebuah perjumpaan setelah perjalanan panjang yang penuh makna.

Editor : Arika Hutama

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network