Asesor dari Jerman dan China, Bojonegoro Jalani Validasi UNESCO Global Geopark

Arik T.P
Tim Asesor dari UNESCO Global Geopark saat meninjau lokasi sumur minyak wonocolo. (Foto: iNews Bjn)

BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Kabupaten Bojonegoro memasuki tahapan penting dalam upaya meraih pengakuan sebagai Aspiring UNESCO Global Geopark (aUGGp) melalui pelaksanaan asesmen lapangan dan validasi yang dilakukan dua asesor UNESCO dari Jerman dan China.

Mengusung tema "The Unique Petroleum System on Land", proses penilaian tersebut difokuskan pada keunikan sistem perminyakan darat yang menjadi karakteristik utama Geopark Bojonegoro.

Rangkaian assessment diawali sejak selasa (27/7) di Geosite Antiklin Kawengan. Selanjutnya, rombongan asesor meninjau singkapan antiklin di sisi kiri dan kanan kawasan tersebut sebelum melanjutkan kunjungan ke Rumah Singgah dan Museum Geopark Wonocolo, Kebun Alpukat, View Point Teksas Wonocolo, Geosite Wonocolo Hargomulyo, hingga berakhir di Geosite Formasi Bulu.

Selama kunjungan lapangan, para asesor tidak hanya mengamati bentang geologi yang menjadi kekuatan Geopark Bojonegoro, tetapi juga melihat secara langsung aktivitas penambangan dan penyulingan minyak tradisional di Wonocolo yang masih berlangsung hingga kini.

Sebagai bagian dari kekayaan budaya lokal, rombongan juga diperkenalkan dengan kuliner khas kawasan Wonocolo, seperti nasi gulung dan dawet hitam dari Desa Tinumpuk.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Bojonegoro, Andik Sudjarwo, mengatakan tema yang diusung Bojonegoro menjadi salah satu keunggulan dalam proses pengajuan UNESCO Global Geopark.

"Geosite petroleum system-nya ada di sini. Untuk tema yang kami usung adalah The Unique Petroleum System on Land. Di Indonesia, yang mengusung tema petroleum system hanya ada dua, yaitu Sumatera Utara dan Bojonegoro. Dokumen yang telah kami kirimkan ke Sekretariat UNESCO juga memperoleh penilaian yang sangat baik," ujarnya.

Menurut Andik, assessment lapangan merupakan tahapan untuk memvalidasi dokumen yang sebelumnya telah diajukan kepada UNESCO. Setelah lebih dulu memperoleh status Geopark Nasional, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro kini berupaya meningkatkan status tersebut menjadi UNESCO Global Geopark.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bojonegoro, Helmy Elizabeth, menjelaskan bahwa asesmen ini menjadi bagian dari proses validasi menuju pengakuan UNESCO.

“Assessment dan validasi dilakukan oleh dua asesor UNESCO, yakni Mr. Andreas Josef Schüller dari Jerman dan Ms Li Yue dari China. Selama kunjungan, keduanya memperoleh penjelasan secara menyeluruh mengenai nilai geologi, warisan budaya, keanekaragaman hayati, serta keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan kawasan geopark,” ungkapnya.

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap seluruh potensi geologi, budaya, serta pemberdayaan masyarakat yang dipresentasikan selama asesmen mampu memenuhi standar UNESCO. Dengan demikian, Bojonegoro diharapkan dapat memperoleh status UNESCO Global Geopark dan semakin dikenal sebagai kawasan warisan bumi berkelas dunia.

Editor : Arika Hutama

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network