get app
inews
Aa Text
Read Next : Wabup Ungkap Fakta Pendidikan Warga Bojonegoro, Rata-rata Setara Lulusan SMP

Geosite Atas Angin Bojonegoro, Puncak Kendeng yang Menyimpan Jejak Jutaan Tahun Sejarah Bumi

Jum'at, 07 Agustus 2026 | 08:30 WIB
header img
Tim Pendamping UNESCO saat kunjungi lokasi atas angin Bojonegoro. (Foto: dok Pemkab)

BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id – Di balik hamparan perbukitan hijau di Desa Deling, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro, berdiri salah satu geosite yang menyimpan kekayaan geologi sekaligus panorama alam menawan. Geosite Atas Angin Formasi Kalibeng, yang berada di ketinggian sekitar 600 meter di atas permukaan laut, tidak hanya menawarkan lanskap pegunungan, tetapi juga menjadi laboratorium alam untuk mempelajari geomorfologi dan tektonik Zona Kendeng.

Sebagai salah satu geosite unggulan Bojonegoro di wilayah selatan, Atas Angin merekam perjalanan panjang sejarah bumi yang terbentuk sejak jutaan tahun silam. Posisinya yang berada di puncak perbukitan menjadikan kawasan ini sebagai lokasi ideal untuk mengamati bentang alam hasil proses geologi yang berlangsung dalam rentang waktu sangat panjang.

Pada akhir Juli 2026, tim redaksi bersama akademisi dari UPN Veteran Yogyakarta melakukan kunjungan ke Geosite Atas Angin. Kegiatan tersebut bertujuan mengamati lapisan batuan penyusun kawasan sekaligus menikmati panorama dari salah satu titik tertinggi di Bojonegoro bagian selatan.

Dari lokasi ini, pengunjung dapat menyaksikan bentang alam yang mencakup Gunung Pandan di sisi selatan serta Bukit Lawang di bagian timur. Kedua objek tersebut menjadi bagian dari panorama geologi yang menjadikan Atas Angin sebagai salah satu titik pandang terbaik di kawasan selatan Bojonegoro.

Secara geologi, kawasan Atas Angin terbentuk dari pengendapan material vulkaniklastik purba di dasar laut yang kemudian membentuk Formasi Kalibeng. Seiring aktivitas tektonik, lapisan batuan tersebut mengalami pengangkatan dan pelipatan hingga membentuk bentang alam struktural berupa punggungan sinklin.

Proses geologi tersebut juga berpengaruh terhadap sistem hidrogeologi kawasan. Lapisan batugamping Formasi Klitik di bagian atas bukit mengalami proses karstifikasi yang menghasilkan rongga dan rekahan alami. Struktur ini berfungsi sebagai akuifer yang mampu menyimpan air hujan dalam jumlah besar sebelum akhirnya mengalirkannya melalui rekahan menjadi sejumlah mata air di lereng perbukitan.

Keberadaan mata air tersebut selama ini menjadi sumber kehidupan masyarakat Desa Deling dan wilayah sekitarnya.

Tim Pendamping Teknis Aspiring UNESCO Global Geopark Bojonegoro dari Dosen Teknik Geologi UPN Veteran Yogyakarta, C. Prasetyadi, menjelaskan makna sekaligus karakteristik titik tertinggi kawasan tersebut.

"The highest point the lands stood. 'Negeri' mean land or country, 'Atas' mean the top and 'Angin' means wind," ujar Tim Pendamping Teknis C. Prasetyadi dari Dosen Teknik Geologi UPN Veteran Yogyakarta saat menerangkan titik tertinggi Geosite Negeri Atas Angin beserta lapisan tanahnya, dikutip dari laman Pemkab Bojonegoro.

Selain menjadi lokasi pengamatan geologi, Atas Angin juga menghadirkan panorama yang memperlihatkan dua fitur geologi penting, yakni Intrusi Pandan dan Bukit Lawang.

Intrusi Pandan merupakan sisa manifestasi gunung api purba yang kini tersingkap di permukaan akibat proses erosi. Bentuk morfologinya menjadi bukti ilmiah mengenai dinamika pergeseran jalur magmatik (volcanic arc) Pulau Jawa ke arah utara atau back-arc.

Sementara itu, Bukit Lawang memiliki karakter yang berbeda. Bukit ini mempunyai celah di bagian tengah sehingga membentuk dua tebing yang saling berhadapan. Nama "Lawang" sendiri berarti pintu atau gerbang, sesuai dengan bentuk bentang alam yang menyerupai gerbang alami.

Fenomena tersebut terbentuk akibat proses erosi yang menyisakan dua dinding batuan vertikal sejajar dengan bidang sesar. Karakter geologi yang unik itu menjadikan Bukit Lawang sebagai salah satu fitur alam menarik yang melengkapi kekayaan geologi Geosite Atas Angin.

Dengan perpaduan panorama alam, nilai ilmiah, serta rekam jejak evolusi bumi, Geosite Atas Angin menjadi salah satu destinasi geowisata unggulan Bojonegoro yang tidak hanya menawarkan keindahan, tetapi juga sarana edukasi mengenai sejarah geologi Pulau Jawa.

Editor : Dedi Mahdi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut