BALEN, iNewsBojonegoro.id - Desa Kenep, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, kini dikenal sebagai salah satu penghasil melon premium berkat kehadiran Surgantara Farm. Kebun melon modern yang dikelola Marjuki ini menawarkan buah segar berkualitas tinggi yang dibudidayakan secara intensif di dalam greenhouse.
Didirikan pada Agustus 2025, Surgantara Farm berdiri di atas lahan pertanian yang dilengkapi tujuh unit greenhouse berukuran 40 x 10 meter. Seluruh fasilitas tersebut dirancang untuk mendukung sistem budidaya melon modern yang mengutamakan kualitas dan konsistensi hasil panen.
Surgantara Farm membudidayakan empat varietas melon unggulan, yakni Sagami, White Hami (F9), Golden, dan Delesen. Dari keempat varietas tersebut, melon Sagami menjadi produk andalan karena cita rasanya yang lebih manis dan diminati konsumen.
“Sagami adalah primadona kami. Rasanya lebih manis dibandingkan varietas lain, sehingga paling banyak dicari pengunjung,” ujar Marjuki saat ditemui di kebunnya.
Dalam proses budidaya, Marjuki menerapkan metode tanam Matchida. Setiap greenhouse ditanami sekitar 148 pohon melon yang dibentuk menjadi tiga hingga lima cabang. Satu cabang mampu menghasilkan hingga lima buah melon dengan kualitas terjaga.
Meski dikelola secara modern, tantangan tetap dihadapi, terutama serangan hama yang membutuhkan pengawasan ketat. Namun, kerja keras tersebut berbuah hasil. Setiap siklus panen yang berlangsung sekitar 90 hari, satu unit greenhouse mampu menghasilkan hingga 1 ton 2 kuintal melon segar.
Melon hasil panen Surgantara Farm dipasarkan dengan harga Rp35.000 hingga Rp45.000 per kilogram, sebanding dengan kualitas premium dan tingkat kemanisan yang ditawarkan.
Tak hanya berorientasi pada produksi, Marjuki juga memiliki visi jangka panjang. Ia berencana mengembangkan Surgantara Farm sebagai destinasi wisata petik melon di Bojonegoro.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya membeli melon di pasar, tetapi juga merasakan langsung pengalaman memetik dari pohonnya. Harapannya, Desa Kenep bisa dikenal sebagai penghasil melon manis berkualitas,” kata Marjuki.
Keberadaan Surgantara Farm diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi generasi muda desa untuk menekuni sektor pertanian. Dengan pemanfaatan teknologi dan ketekunan, pertanian dinilai masih memiliki potensi besar sebagai sumber ekonomi sekaligus kebanggaan daerah.
Editor : Dedi Mahdi
Artikel Terkait
