BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bojonegoro mencatat tingkat inflasi year on year (y-on-y) pada Januari 2026 sebesar 2,88 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 111,19. Angka tersebut menunjukkan bahwa pergerakan harga barang dan jasa di Bojonegoro masih berada dalam kondisi relatif terkendali.
Ketua Tim Statistik Distribusi BPS Kabupaten Bojonegoro, Yuliatin menyampaikan bahwa inflasi tahunan tersebut dipicu oleh kenaikan harga pada mayoritas kelompok pengeluaran masyarakat. Dari sepuluh kelompok pengeluaran yang dipantau, sembilan kelompok mengalami inflasi.
“Inflasi y-on-y Januari 2026 terjadi karena adanya kenaikan harga pada sembilan kelompok pengeluaran, dengan kenaikan tertinggi terjadi pada kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga,” ujar Yuliatin dalam keterangan pers, kamis (5/2/2026).
Berdasarkan data BPS, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mencatat inflasi tertinggi sebesar 10,23 persen. Disusul kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mengalami inflasi 12,99 persen, serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,88 persen.
Editor : Arika Hutama
Artikel Terkait
