Waspada! Kasus PMK di Bojonegoro Naik Tajam, 86 Ekor Sapi Terjangkit

Dedi M.A
Sejumlah warga saat gotong royong menguburkan sapi yang mati. Diduga terpapar PMK. Foto: Istimewa

BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada sapi kembali meningkat di Kabupaten Bojonegoro. Berdasarkan data Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro, data hingga Rabu (4/2/2026) jumlah sapi yang terjangkit PMK tercatat mencapai 86 ekor.

Angka tersebut mengalami kenaikan signifikan dibandingkan data pada Senin (2/2/2026) yang masih berada di angka 60 ekor. Artinya, dalam kurun waktu dua hari terjadi penambahan sekitar 26 ekor sapi yang terinfeksi virus PMK. Sampai dengan hari ini minggu (8/2/2026), jumlahnya diperkirakan terus bertambah.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro memastikan telah menyiapkan sejumlah langkah penanganan guna menekan penyebaran penyakit pada hewan ternak berkuku belah tersebut serta meredam kekhawatiran masyarakat.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Pengolahan, dan Pemasaran Hasil Peternakan Disnakkan Bojonegoro, drh. Lutfi Nurrahman, membenarkan adanya peningkatan jumlah kasus PMK.

“Per Rabu (4/2) tercatat ada 86 ekor sapi yang terjangkit PMK. Saat ini masih dalam pemantauan dan data terus kami perbarui,” ujar Lutfi, Sabtu (7/2/2026).

Sebagai upaya pengendalian, Disnakkan Bojonegoro intensif melakukan pemantauan di lapangan, termasuk deteksi dini dan investigasi epidemiologi. Petugas juga melaksanakan pemeriksaan klinis ternak, pendataan populasi hewan rentan, serta penelusuran sumber penularan dan potensi penyebaran PMK.

Lutfi menambahkan, hingga Selasa (3/2/2026), jumlah sapi yang mati akibat PMK tercatat sebanyak enam ekor. Angka tersebut bertambah empat ekor dibandingkan data pada 31 Januari 2026 yang masih mencatat dua ekor kematian.

Untuk mencegah penambahan kasus, Pemkab Bojonegoro akan memperketat pengawasan terhadap lalu lintas hewan ternak, khususnya sapi yang berasal dari luar daerah dan masuk ke wilayah Bojonegoro.

“Pengawasan ternak dari luar daerah akan kami tingkatkan sebagai langkah pencegahan agar penyebaran PMK dapat ditekan,” pungkas Lutfi.

Editor : Dedi Mahdi

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network