NGASEM, iNewsBojonegoro.id - Program Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) Tahun Anggaran 2025 di Kabupaten Bojonegoro terus menunjukkan pemerataan pembangunan. Terbaru, Pemerintah Desa Dukuhkidul, Kecamatan Ngasem, menuntaskan pembangunan jalan aspal sepanjang 533 meter dengan lebar 3 meter.
Kepala Desa Dukuhkidul, Sulibianto, mengatakan jalan tersebut membentang di RT 6, 7, 8, dan 9 Dusun Dukuhkidul. Akses itu merupakan jalur utama masyarakat untuk menuju sekolah, pasar, desa tetangga, hingga pusat kecamatan.
“Jalan ini adalah satu-satunya akses utama warga dalam beraktivitas sehari-hari, termasuk mengangkut hasil pertanian dan mengantar anak sekolah,” ujar Sulibianto, Rabu (18/2/2026).
Dikelola Transparan dan Sesuai Standar Teknis
Proyek yang bersumber dari program BKKD Pemerintah Kabupaten Bojonegoro ini dilaksanakan secara swakelola dengan melibatkan masyarakat setempat. Sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan, proses pembangunan dilakukan secara terbuka dan partisipatif.
Hasil pemeriksaan dari Inspektorat serta pihak kecamatan menunjukkan pekerjaan berjalan baik dan memenuhi standar teknis yang ditetapkan Pemkab Bojonegoro.
Sulibianto menyampaikan apresiasi kepada Tim Pelaksana Kegiatan (Timlak) yang aktif melibatkan warga dalam proses pembangunan. Menurutnya, pengelolaan anggaran yang transparan menjadi kunci keberhasilan proyek tersebut.
“Kami sangat berterima kasih kepada Pemkab Bojonegoro atas program BKKD yang diberikan kepada desa kami,” ujarnya.
Dorong Aktivitas Ekonomi dan Pertanian
Keberadaan jalan aspal ini dinilai membawa dampak signifikan terhadap kelancaran aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Selain meningkatkan kenyamanan dan keamanan mobilitas, infrastruktur tersebut juga memperlancar distribusi hasil pertanian.
Aim, salah satu warga, mengaku kini lebih mudah mengantar dan menjemput anak sekolah. Sebelumnya, kondisi jalan rusak dan licin saat musim hujan sehingga menyulitkan perjalanan.
“Sekarang jauh lebih nyaman. Dulu kalau hujan sangat becek dan rawan tergelincir,” katanya.
Hal senada disampaikan Abdul Hamid, petani setempat. Ia menyebut akses jalan yang baik memudahkan pengangkutan hasil panen ke rumah maupun langsung ke pasar.
“Kalau panen sekarang lebih mudah diangkut kendaraan. Distribusi lancar dan harga hasil panen bisa lebih stabil,” ujarnya.
Selain memperlancar arus barang dan orang, pembangunan ini juga menyerap tenaga kerja lokal selama proses pengerjaan, sehingga memberi dampak ekonomi langsung bagi warga.
Harapan Keberlanjutan Program
Secara strategis, jalan tersebut mendukung sektor pertanian, mendorong aktivitas perdagangan, serta menunjang akses pendidikan dan kegiatan sosial masyarakat Desa Dukuhkidul, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro.
Pemerintah desa meyakini infrastruktur yang memadai menjadi fondasi penting bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Keberhasilan proyek ini sekaligus menunjukkan bahwa pengelolaan anggaran yang transparan dan partisipatif mampu menghadirkan pembangunan yang tepat sasaran.
Kepala desa dan warga pun berharap pada 2026 mendatang Desa Dukuhkidul kembali memperoleh alokasi program BKKD untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur yang masih dibutuhkan.
Editor : Arika Hutama
Artikel Terkait
