Margomulyo, Gerbang Barat Bojonegoro dengan Pesona Wisata Religi dan Budaya

Arik T.P
Potret Masjid Wisata Religi atau Samin Baitul Muttaqin di Kecamatan Margomulyo, Bojonegoro. (Foto: iNews Bjn)

MARGOMULYO, iNewsBojonegoro.id - Kabupaten Bojonegoro terus mengembangkan potensi wisatanya melalui program Bojonegoro Medhayoh. Salah satu kawasan yang kini menjadi sorotan adalah Kecamatan Margomulyo, wilayah di ujung barat yang menawarkan perpaduan wisata religi, budaya autentik, dan panorama alam yang menenangkan.

Secara geografis, Kecamatan Margomulyo memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang Bojonegoro. Wilayah ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Ngawi di selatan, Kabupaten Blora di barat, serta Kabupaten Madiun di tenggara.

Tak hanya dikenal sebagai daerah penghasil minyak dan gas, Bojonegoro melalui Margomulyo juga menunjukkan kekayaan lain berupa kearifan lokal, budaya, dan kreativitas masyarakat. Kawasan ini menjadi rumah bagi komunitas Samin yang dikenal dengan nilai kejujuran dan kesederhanaannya, sekaligus menyimpan sejumlah situs budaya yang masuk dalam Geopark Nasional Bojonegoro.

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro merekomendasikan sejumlah destinasi wisata di Margomulyo yang dapat menjadi pilihan bagi wisatawan.

Salah satu ikon wisata religi adalah Masjid Samin Baitul Muttaqin yang berdiri megah di Desa Sumberjo. Masjid berkubah emas ini tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga berfungsi sebagai tempat peristirahatan bagi pemudik jalur Bojonegoro–Ngawi.

Wisata budaya dapat ditemukan di Kampung Samin yang menjadi bagian dari Geosite Culture. Di lokasi ini, pengunjung dapat mempelajari filosofi hidup masyarakat Samin atau Sedulur Sikep yang diwariskan oleh Samin Surosentiko, dengan nilai utama kejujuran, kesederhanaan, dan persaudaraan.

Tradisi seperti puasa dan ritual Gumbregan masih dilestarikan, bersamaan dengan kegiatan sosial dan pendidikan modern. Kesenian seperti gamelan hingga batik Obor Sewu turut menjadi daya tarik tersendiri.

Selain itu, Kampung Thengul di Desa Sumberrejo menghadirkan pertunjukan wayang thengul, seni khas Bojonegoro berbahan kayu yang mengangkat cerita rakyat, kisah Panji, hingga legenda para wali. Kawasan ini juga berfungsi sebagai pusat pelestarian budaya sekaligus penghasil suvenir bertema thengul.

Di sektor infrastruktur, Bendungan Karangnongko yang merupakan Proyek Strategis Nasional turut berada di wilayah ini. Meski belum dibuka untuk umum, bendungan tersebut dirancang untuk mendukung irigasi di wilayah Bojonegoro dan Blora, dengan kapasitas tampung mencapai 59 juta meter kubik.

Bagi wisatawan yang ingin beristirahat, Rest Area Watu Jago menawarkan suasana hutan yang asri dengan formasi batuan alami yang unik, cocok untuk bersantai maupun berfoto.

Sementara itu, sektor ekonomi kreatif berkembang melalui sentra kerajinan akar jati di Desa Geneng dan Meduri. Produk-produk seperti furnitur, wadah lulur, hingga aksesori rumah tangga dipasarkan dengan merek “My Kayu” sebagai upaya meningkatkan nilai jual hasil kerajinan lokal.

Tak ketinggalan, Agrowisata Jambu Biji Merah di Desa Kalangan juga menjadi daya tarik tersendiri. Sejak 2015, desa ini telah mengembangkan sekitar 18.000 bibit jambu merah yang kini diolah menjadi berbagai produk seperti jus, es krim, selai, stik, hingga puding oleh kelompok masyarakat setempat.

Dengan beragam potensi tersebut, Margomulyo menjadi alternatif destinasi wisata yang lengkap, mulai dari religi, budaya, hingga ekonomi kreatif, sekaligus memperkuat citra Bojonegoro sebagai daerah yang kaya akan kearifan lokal.

Editor : Arika Hutama

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network