BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menegaskan pentingnya akurasi dan objektivitas dalam proses pengumpulan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Data yang valid dinilai menjadi kunci utama dalam memastikan program pemerintah tepat sasaran.
Penegasan tersebut disampaikan oleh Setyo Wahono bersama Nurul Azizah usai mengikuti kegiatan Live Talkshow Pencegahan Korupsi secara daring pada Kamis, 16 April 2026, di ruang Angling Dharma.
Dalam arahannya, Bupati mengingatkan seluruh jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), camat, hingga kepala desa agar menjaga integritas, transparansi, serta profesionalitas dalam proses pendataan. Ia juga menekankan pentingnya komunikasi yang sinergis antar pihak.
"Saya berpesan pada para camat agar pendataan DTSEN yang dilakukan perangkat, pencacah maupun PKH harus objektif. Tetap jaga integritas. Jaga komunikasi yang baik dengan masyarakat, internal maupun eksternal. Tetap profesional karena target kita jelas untuk menjawab keresahan masyarakat," jelasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Nurul Azizah menyampaikan bahwa proses pendataan DTSEN di Bojonegoro hampir rampung. Namun, masih terdapat sejumlah wilayah yang dalam tahap penyelesaian.
"Karena saat ini sedang dilakukan pendataan DTSEN, sesuai laporan, pendataan DTSEN sudah 99 persen. Masih ada empat kecamatan masih berproses meliputi, Kedungadem, Kepohbaru, Tambakrejo dan Baureno," ujarnya.
Pemerintah daerah menilai objektivitas dalam pendataan DTSEN sangat krusial untuk menghasilkan data riil yang bebas dari bias. Data tersebut menjadi landasan dalam penyusunan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy) guna meningkatkan capaian indikator makro pembangunan daerah.
Editor : Dedi Mahdi
Artikel Terkait
