BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Cuaca panas yang melanda Kabupaten Bojonegoro pada musim kemarau 2026 mendorong sejumlah pelaku usaha kafe dan warung kopi mencari cara untuk mengurangi hawa panas di dalam tempat usaha mereka.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah membuat hujan buatan dengan menyiram atap seng menggunakan air secara berkala.
Berdasarkan pantauan di sejumlah kafe di kawasan Jalan Veteran, Kecamatan Kota Bojonegoro, suhu udara pada siang hari terasa cukup menyengat. Bahkan, suhu pada aplikasi cuaca di smartphone tercatat dapat mencapai 35 derajat Celsius.
Rian, salah satu penjaga kafe di kawasan Terminal Bojonegoro, mengatakan penyiraman air ke atap dilakukan untuk menurunkan suhu di dalam warung agar pengunjung tetap nyaman.
“Kalau siang hari sengaja membuat hujan buatan atau atap diguyur air dari atas agar bisa mengurangi panas di warung,” ujarnya, rabu (13/5/2026).
Hal serupa juga dilakukan sejumlah warung kopi di kawasan depan RSUD Sosodoro Djatikusumo Bojonegoro. Penyiraman air ke atap dilakukan pada jam-jam terpanas, yakni mulai pukul 11.00 hingga 14.00 WIB.
“Kalau siang hari mulai pukul 11.00 hingga pukul 14.00 WIB kita menyalakan hujan buatan atau menyiram air di atap,” kata salah satu penjaga warung kopi.
Cuaca panas pada musim kemarau tahun ini diperkirakan lebih ekstrem. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya memprediksi adanya pengaruh fenomena El Nino kuat atau yang kerap disebut El Nino Godzilla.
Kondisi tersebut dikeluhkan sejumlah warga dan pengunjung kafe, terutama pada warung kopi yang menggunakan atap berbahan seng karena dinilai membuat suhu ruangan semakin panas.
“Kalau siang terasa panas banget. Bahkan di warung sudah ada kipas pun masih terasa hangat,” kata Munir Elhadati, salah satu pengunjung kafe.
Editor : Dedi Mahdi
Artikel Terkait
