Usai Diresmikan Presiden Prabowo, KDMP di Bojonegoro Ini Masih Tutup

Dedi M.A
KDMP Desa Ngampel yang masih tutup usai diresmikan Presiden Prabowo. Foto: Dedi/iNews

BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Sebanyak 85 titik Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Bojonegoro disebut mulai beroperasi usai peresmian nasional oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Kabupaten Nganjuk pada Sabtu (16/5/2026).

Di Bojonegoro, salah satu titik peluncuran dilakukan di KDMP Desa Ngampel, Kecamatan Kapas. Sejumlah pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut mengikuti peluncuran serentak lebih dari seribu KDMP secara nasional tersebut.

Namun, hingga Rabu (20/5/2026), KDMP Desa Ngampel terpantau masih tutup. Sejumlah warga dan pedagang kaki lima di sekitar lokasi menyebut koperasi tersebut belum beroperasi sejak diluncurkan.

"Setahu saya belum (beroperasi)," kata Ayu, salah satu pedagang di dekat lokasi.

Sementara itu, Dandim 0813 Bojonegoro, Dedy Dwi Wijayanto, menjelaskan bahwa operasional KDMP di Bojonegoro merupakan bagian dari peresmian nasional 1.610 koperasi di seluruh Indonesia oleh Presiden Prabowo Subianto.

“Di Bojonegoro ada 396 yang mulai proses terbangun dan hari ini yang sudah siap operasional sebanyak 85 titik,” kata Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto.

Ia menilai program KDMP menjadi langkah positif dalam memperkuat perekonomian masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.

“Ini menjadi kebanggaan kita semuanya, khususnya masyarakat Kabupaten Bojonegoro. Kehadiran KDMP diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat di tingkat bawah,” ungkapnya.

Saat ditanya mengenai lokasi 85 titik KDMP yang disebut telah siap beroperasi, Dandim 0813 Bojonegoro tidak menjelaskan lokasi koperasi tersebut.

Sebelumnya, Ketua DPRD Bojonegoro, Abdulloh Umar, saat mengikuti peluncuran nasional mengatakan bahwa dari total rencana pembangunan 396 titik KDMP di Kabupaten Bojonegoro, sebanyak 85 titik telah siap melayani kebutuhan masyarakat.

“Saat ini sebanyak 85 titik KDMP di Kabupaten Bojonegoro telah siap beroperasi,” ungkap Umar.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menyebut KDMP hadir dengan menawarkan harga barang yang lebih terjangkau dibandingkan toko pada umumnya. Program tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan biaya lebih ringan.

“Barang-barang yang dijual di KDMP ini harganya lebih murah dari harga di toko-toko yang lain,” jelas Umar.

Meski demikian, keberadaan KDMP disebut bukan untuk mematikan usaha toko kelontong maupun pelaku UMKM desa. Koperasi tersebut justru diharapkan menjadi jalur distribusi bagi usaha kecil masyarakat.

“KDMP ini juga tujuannya menjadi distributor bagi toko-toko kelontong yang ada di desa-desa,” tuturnya.

Editor : Arika Hutama

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network