Sekolah Generasi Iklim, Mahasiswa STIEKIA Bojonegoro Diajak Lebih Kritis pada Lingkungan

Arika H.
Sejumlah mahasiswa STIEKIA Bojonegoro, saat mengikuti sekolah generasi iklim. Foto: iNews Bjn

BOJONEGORO, iNewsbojonegoro.id - Organisasi masyarakat sipil Bojonegoro Institute berkolaborasi dengan Gemapala STIEKIA Bojonegoro menggelar Sekolah Generasi Iklim, sebagai upaya membangun kepemimpinan generasi muda dalam gerakan lingkungan dan keadilan iklim.

Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (23/5/2026) tersebut diikuti puluhan mahasiswa dari kampus STIEKIA Bojonegoro yang berada di Jalan Cendekia, Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro.

Direktur Bojonegoro Institute, AW Saiful Huda, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap persoalan lingkungan yang kini semakin kompleks.

"Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap krisis iklim, sekaligus mendorong keterlibatan aktif dalam upaya pelestarian lingkungan," ungkapnya.

Pria yang akrab disapa AWE itu menjelaskan, krisis iklim telah menjadi persoalan global yang mendesak untuk segera ditangani. Menurutnya, peningkatan suhu bumi akibat emisi karbon yang tidak terkendali memicu berbagai dampak serius, mulai cuaca ekstrem hingga ancaman krisis pangan.

"Indonesia termasuk negara yang rentan terhadap perubahan iklim, dengan tekanan besar dari sektor energi dan kehutanan. Kondisi ini juga dirasakan di tingkat lokal, termasuk di Bojonegoro, yang menghadapi persoalan banjir tahunan, kekeringan, degradasi hutan, dan penurunan kualitas lingkungan," bebernya.

Ia menambahkan, sebelumnya Bojonegoro Institute juga telah menyelenggarakan kegiatan serupa dengan melibatkan pelajar dan mahasiswa dari berbagai sekolah maupun perguruan tinggi di Bojonegoro.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan materi mengenai strategi kampanye isu lingkungan di era digital. Materi disampaikan oleh jurnalis Dedi Mahdi dari iNews.

Ia memaparkan pentingnya penyebaran pesan lingkungan melalui tulisan, fotografi, hingga konten video di media sosial agar gerakan yang dilakukan anak muda dapat menjangkau masyarakat lebih luas.

"Gerakan kecil yang dilakukan teman-teman ini, bisa berdampak luas jika itu dikampanyekan lewat platform digital dan media sosial, baik itu secara individu maupun kelompok," jelasnya.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi materi yang disampaikan melalui presentasi, tayangan video, maupun diskusi interaktif.

Sementara itu, dosen sekaligus penasihat Gemapala STIEKIA Bojonegoro, Salahudin, menyatakan dukungannya terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, mahasiswa perlu dibekali pemahaman mengenai isu lingkungan agar memiliki kepedulian dan sikap kritis terhadap krisis iklim.

"Sudah seharusnya mahasiswa dibekali dengan pemahaman terkait krisis iklim, agar mereka lebih kritis terhadap isu lingkungan," ungkapnya.

Tak hanya menerima materi di dalam ruangan, peserta juga diajak praktik membuat biopori di lingkungan kampus. Pembuatan biopori dilakukan untuk meningkatkan daya serap air sekaligus menyuburkan tanah melalui pemanfaatan sampah organik.

Editor : Arika Hutama

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network