GORONTALO, iNewsBojonegoro.id - Presiden Prabowo Subianto mengaku mengetahui pihak-pihak yang berada di balik aksi demonstrasi yang belakangan terjadi di sejumlah daerah, termasuk Jakarta. Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Kabupaten Gorontalo, Rabu (24/6/2026).
Dalam sambutannya, Prabowo menilai terdapat kelompok tertentu yang tidak menyukai dirinya karena memahami berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat. Ia bahkan mengklaim mengetahui pihak yang mendanai sejumlah aksi demonstrasi.
"Gue kenal semua itu saudara-saudara. Mereka nggak suka sama Prabowo karena Prabowo ngerti saudara-saudara sekalian, hati-hati lho, saya kasih peringatan mereka-mereka itu, saya tahu siapa yang bayar-bayar demo, gua tahu itu," kata Prabowo.
Selain menyinggung pihak yang disebut berada di balik demonstrasi, Presiden juga menyoroti sebagian peserta aksi yang dinilainya tidak memahami substansi tuntutan yang disampaikan dalam demonstrasi.
Menurut Prabowo, terdapat peserta aksi yang mengikuti demonstrasi bukan karena memahami isu yang diperjuangkan, melainkan karena menerima bayaran.
"Ditanya, anak-anak demo ngga ngerti. Mau demo apa ya? Eh eh eh. Kami dibayar Rp200.000 gitu kan. Tapi ada. Saya nggak mengerti," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Prabowo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan dan kekompakan nasional di tengah persaingan global yang semakin ketat.
Ia mengibaratkan Indonesia sebagai sebuah tim yang tengah bertanding dan membutuhkan dukungan dari seluruh rakyat agar mampu bersaing dengan negara-negara lain.
"Kita ini kalau merasa, kalau di dalam pertandingan kita jadi suporter kan, kita dukung satu tim, ayo maju, maju. Negara kita ini lagi bersaing sama banyak negara. Harusnya bangsa ini kompak," ucap Prabowo.
Pernyataan tersebut disampaikan di hadapan peserta Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII yang digelar di Kabupaten Gorontalo dan dihadiri berbagai unsur masyarakat dari sejumlah daerah di Indonesia.
Editor : Arika Hutama
Artikel Terkait
