JAKARTA, iNewsBojonegoro.id - Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto pernah menyampaikan dirinya mendapat "wangsit" untuk membentuk Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih di seluruh Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan Presiden dalam rapat kabinet terbatas pada Maret 2025.
Ferry menyampaikan hal itu saat menjadi pembicara dalam Seminar Nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang disiarkan melalui kanal YouTube Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Kamis (16/7/2026).
Menurut Ferry, Presiden memaparkan gagasan pembentukan Kopdes Merah Putih dengan menyebut dirinya memperoleh "wangsit" untuk mendirikan koperasi di seluruh desa dan kelurahan di Indonesia.
"Beliau menyampaikan bahwa saya mendapatkan wangsit bahwa saya ingin mendirikan koperasi desa, kelurahan di seluruh Indonesia," ujar Ferry mengutip pernyataan Presiden.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono saat menjelaskan soal "wangsit".
Namun, Ferry menegaskan bahwa istilah "wangsit" yang dimaksud Presiden bukanlah tanpa dasar. Ia mengatakan gagasan tersebut memiliki pijakan akademis yang merujuk pada dokumen Pola Pembangunan Semesta Berencana periode 1947–1959.
Menurutnya, dokumen yang disusun oleh Dewan Perancang Nasional (Depernas) sebelum berubah menjadi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) itu memuat konsep pembangunan pedesaan yang menempatkan koperasi desa sebagai instrumen pembangunan ekonomi berbasis masyarakat.
"Di dalam Pola Pembangunan Semesta Berencana disebutkan mengenai pembangunan yang berorientasi pada kawasan pedesaan. Istilah koperasi desa juga dapat ditemukan dalam dokumen tersebut," kata Ferry.
Ia menilai, referensi historis tersebut menjadi salah satu landasan lahirnya kebijakan pembentukan Kopdes Merah Putih yang kemudian diwujudkan melalui Instruksi Presiden Nomor 9 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Ferry menyebut pembentukan Kopdes Merah Putih merupakan ikhtiar pemerintah untuk menghidupkan kembali semangat pembangunan ekonomi desa melalui kelembagaan koperasi.
Prabowo Tolak Proses yang Dinilai Terlalu Lama
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menjelaskan alasan pemerintah tidak menyusun naskah akademik maupun menjalankan proyek percontohan (pilot project) sebelum meluncurkan program Kopdes Merah Putih.
Dalam Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12/7/2026), Prabowo mengatakan usulan penyusunan naskah akademik diperkirakan memerlukan waktu sekitar delapan bulan, sedangkan pilot project di 100 desa membutuhkan sekitar dua tahun.
Menurut Presiden, apabila seluruh tahapan tersebut dijalankan sebelum implementasi nasional, pembentukan koperasi di sekitar 81 ribu desa dan kelurahan diperkirakan baru dapat diselesaikan dalam waktu hingga delapan tahun.
Prabowo menilai masyarakat tidak dapat menunggu selama itu. Karena itu, pemerintah memilih mempercepat pelaksanaan program agar manfaat ekonomi, seperti layanan simpan pinjam berbunga rendah serta distribusi barang subsidi, dapat segera dirasakan masyarakat desa.
Presiden menegaskan pendekatan yang dipilih pemerintah lebih mengutamakan kecepatan pelaksanaan dibandingkan proses birokrasi yang dinilai berlarut-larut, dengan tujuan mempercepat pemerataan layanan ekonomi di wilayah pedesaan.
Editor : Arika Hutama
Artikel Terkait
