BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro kini memiliki pimpinan baru. Mohamad Rohmadi resmi mengemban amanah sebagai Kepala Kejari Bojonegoro setelah sebelumnya jabatan tersebut dipegang Zondri dan kemudian diisi Pelaksana Tugas (Plt) Martha Parulina Berliana, pejabat dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.
Rohmadi bukan sosok baru dalam jajaran pimpinan Kejaksaan Negeri. Penugasan di Bojonegoro menjadi kali keempat dirinya dipercaya memimpin sebuah Kejaksaan Negeri.
Sebelum tiba di Bojonegoro, Rohmadi tercatat pernah memimpin Kejari Solok Selatan pada 2017-2019, Kejari Kabupaten Kediri pada 2019-2020, serta Kejari Palu pada 2024-2026.
Perjalanan kariernya di lingkungan Kejaksaan RI telah berlangsung cukup panjang. Rohmadi mengawali penugasan sebagai Koordinator Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat pada 2015-2017.
Setelah itu, ia dipercaya memimpin Kejari Solok Selatan selama dua tahun. Kariernya berlanjut sebagai Kajari Kabupaten Kediri pada 2019-2020.
Rohmadi kemudian mendapat penugasan sebagai Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Aceh pada 2020-2023. Setelah itu, ia bertugas di Kejaksaan Agung RI sebagai Kepala Bidang Pengelolaan Data dan Statistik Kriminal pada 2023-2024.
Pada 2024, Rohmadi kembali dipercaya memimpin satuan kerja di daerah dengan menjabat sebagai Kajari Palu hingga 2026.
Selain sederet penugasan tersebut, Rohmadi juga mengungkapkan bahwa dirinya memiliki pengalaman penugasan yang cukup panjang di Kalimantan Timur. Wilayah tersebut menjadi lokasi penugasannya dalam periode terlama, yakni sekitar 10 tahun.
Resmi Memimpin Kejari Bojonegoro
Setelah resmi menjabat, Rohmadi mengikuti acara pisah sambut Kepala Kejari Bojonegoro yang digelar Pemerintah Kabupaten Bojonegoro di Pendopo Malowopati, Selasa (18/8/2026).
Dalam acara tersebut, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menyambut penugasan Rohmadi sekaligus berharap sinergi antara Pemkab Bojonegoro dan Kejari semakin kuat.
"Hari ini, Selasa 18 Agustus, Bapak Mohamad Rohmadi resmi mengisi jabatan baru sebagai Kajari Bojonegoro. Ini menjadi kebanggaan dan kebahagiaan bagi kita semua. Semoga kolaborasi dan sinergi yang selama ini terjalin dengan Pemkab Bojonegoro semakin kuat," ujar Bupati Wahono.
Menurut Wahono, Pemkab Bojonegoro berkomitmen membangun tata kelola pemerintahan yang sehat, akuntabel, dan transparan. Karena itu, kerja sama dengan aparat penegak hukum diharapkan tidak berhenti pada aspek penindakan.
"Kami berharap komunikasi, koordinasi, dan sinergi makin solid. Penegakan hukum hadir bukan hanya ketika terjadi pelanggaran, melainkan juga melalui upaya pendampingan dan edukasi sejak awal. Dengan begitu, potensi masalah dapat dicegah dan pembangunan di Bojonegoro berjalan dengan lancar," tambahnya.
Siap Bersinergi dengan Pemkab Bojonegoro
Rohmadi hadir dalam acara pisah sambut tersebut didampingi istrinya, Khasanah. Dalam kesempatan itu, ia memperkenalkan perjalanan kariernya sekaligus menyampaikan komitmennya menjalankan tugas baru di Bojonegoro.
Pengalaman memimpin Kejari Solok Selatan, Kejari Kabupaten Kediri, dan Kejari Palu menjadi bekal bagi Rohmadi untuk menjalankan amanah barunya. Ia menegaskan kesiapan membangun sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait.
"Mohon terima penugasan saya di Bojonegoro dengan baik. Kami siap bersinergi dan mendukung program pembangunan daerah. Jika dalam pelaksanaan tugas ada kekeliruan, tolong jangan sungkan untuk saling mengingatkan agar kita selalu berjalan di jalur yang benar," ujar Rohmadi.
Acara pisah sambut berlangsung dalam suasana hangat. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Asisten dan Staf Ahli Bupati, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat se-Kabupaten Bojonegoro, insan media, serta tamu undangan lainnya.
Dengan pengalaman memimpin tiga Kejari sebelumnya serta sejumlah penugasan strategis di lingkungan Kejaksaan, Rohmadi kini menghadapi tugas baru di Bojonegoro. Ia diharapkan mampu memperkuat penegakan hukum sekaligus membangun koordinasi yang konstruktif untuk mendukung pembangunan daerah.
Editor : Arika Hutama
Artikel Terkait
