BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Proses pembangunan Pasar Kota Bojonegoro terus berjalan. Pasar yang direvitalisasi tersebut dirancang menjadi bangunan tiga lantai dengan konsep semi modern, tetapi tetap mempertahankan identitas lokal.
Selain eskalator di setiap lantai, pasar baru itu juga akan dilengkapi area parkir yang terintegrasi dengan masing-masing lantai. Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap revitalisasi tersebut tidak hanya meningkatkan fungsi pasar, tetapi juga memberikan kenyamanan bagi pedagang dan masyarakat.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKP CK) Satito Hadi mengatakan, proses perencanaan hingga perancangan revitalisasi Pasar Kota telah dilakukan dengan mempertimbangkan aspirasi para pedagang.
Hal itu dilakukan melalui serangkaian audiensi untuk memastikan kebutuhan pedagang tetap menjadi bagian dari desain pasar yang baru.
"Rencana kapasitas pedagang Pasar Kota sejumlah 1.480 pedagang. Akan ada eskalator di setiap lantainya," jelas Kepala Dinas PU Cipta Karya Satito Hadi saat paparan di kegiatan SAPA Bupati edisi VI, Kamis (3/9/2026).
Pasar Kota Bojonegoro dibangun di atas lahan seluas 18.236 meter persegi. Bangunan tersebut mengusung langgam arsitektur Modern-Tropis atau Jawa.
Konsep itu memadukan bentuk bangunan yang modern dan fungsional dengan elemen estetika lokal yang dinilai tetap dekat dengan karakter masyarakat Bojonegoro.
Total luas bangunan mencapai 33.285 meter persegi dan terbagi dalam tiga lantai. Setiap lantai dirancang secara identik dan efisien untuk menampung pedagang sekaligus memudahkan aktivitas masyarakat.
Selain bangunan utama, proyek revitalisasi juga menyediakan ruang terbuka hijau (RTH) seluas 4.633,2 meter persegi. RTH tersebut dirancang untuk menjaga keseimbangan lingkungan di kawasan perkotaan sekaligus menciptakan suasana yang lebih sejuk dan nyaman.
Integrasi antarlantai juga menjadi bagian dari konsep pasar baru tersebut. Setiap lantai nantinya memiliki akses parkir yang terhubung langsung dengan area perdagangan.
Konsep itu diharapkan dapat mengurai kepadatan lalu lintas di sekitar pasar, sekaligus memudahkan pedagang dan pengunjung membawa kendaraan hingga mendekati area aktivitas mereka.
"Adapun fasilitas parkir lantai 1 mencakup kendaraan Roda 4 (R4), Roda 2 (R2) dan Becak. Penyediaan slot khusus becak merupakan bentuk kepedulian terhadap transportasi tradisional lokal. Sedangkan fasilitas parkir lantai 2 dan 3 untuk kendaraan R4 dan R2," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dindagkop UM Kabupaten Bojonegoro Moh. Akhmadi mengatakan, aspek aksesibilitas juga menjadi perhatian dalam desain pasar.
Koridor belanja akan dibuat lebih luas dan ramah bagi penyandang disabilitas. Penataan tersebut diharapkan membuat aktivitas jual beli lebih nyaman sekaligus mengurangi kepadatan di area perdagangan.
"Sehingga bebas berdesakan. Selain itu akan ada zonasi pedagang, papan petunjuknya mana zona basah, kering, elektronik atau pakaian. Terkait infrastruktur sanitasi termasuk drainase sampah terpadu dan toilet juga sudah dirancang. Sirkulasi udara, pencahayaan ada optimalisasi RTH. Penerapan ventilasi alami dan lampu hemat energi untuk menjaga kesegaran produk," jelasnya.
Pasar baru tersebut juga akan dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung, antara lain ruang laktasi, tempat ibadah, fasilitas bagi penyandang disabilitas, perkantoran, serta sarana dan prasarana pendukung sumber daya manusia.
Kawasan Tanpa Rokok juga akan diterapkan untuk mendukung lingkungan pasar yang lebih sehat dan nyaman.
"Pasar tertib harus menciptakan rasa aman, mendorong konsumen untuk tinggal lebih lama dan bebelanja lebih banyak," imbuhnya.
Dengan konsep semi modern yang dipadukan dengan karakter lokal, fasilitas parkir terintegrasi, ruang terbuka hijau, serta berbagai fasilitas pendukung, revitalisasi Pasar Kota Bojonegoro diarahkan untuk mengubah wajah pusat perdagangan tersebut.
Pasar itu nantinya diharapkan tidak sekadar menjadi tempat transaksi antara pedagang dan pembeli, tetapi juga berkembang sebagai ruang publik yang nyaman sekaligus pusat aktivitas ekonomi baru bagi masyarakat Bojonegoro.
Editor : Arika Hutama
Artikel Terkait
