BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id – Minat masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan di Kabupaten Bojonegoro terlihat dari tingginya jumlah pelamar dalam rekrutmen PT Shou Fong Lastindo. Perusahaan industri alas kaki yang beroperasi di Desa Prayungan, Kecamatan Sumberrejo, itu membuka kebutuhan tenaga kerja hingga 3.000 orang.
Dalam proses rekrutmen yang difasilitasi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui kegiatan walk-in interview tersebut, jumlah pelamar tercatat mencapai 10.333 orang, termasuk pelamar penyandang disabilitas.
Tingginya jumlah pelamar menunjukkan besarnya minat pencari kerja terhadap kesempatan kerja di sektor industri. Pemerintah daerah pun mendorong agar proses rekrutmen tersebut dapat mengoptimalkan penyerapan tenaga kerja lokal.
Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah hadir untuk memberikan dukungan terhadap pelaksanaan rekrutmen. Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memperoleh pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Bojonegoro Mahmudi mengatakan, fasilitasi walk-in interview merupakan salah satu bentuk intervensi pemerintah daerah untuk memperluas akses masyarakat terhadap pasar kerja.
"Melalui kegiatan itu, pencari kerja dapat memperoleh informasi lowongan sekaligus mengikuti proses seleksi secara langsung sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan perusahaan," ungkapnya, senin (12/10).
Selain memfasilitasi rekrutmen, Pemkab Bojonegoro juga mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan kerja dan pengembangan kompetensi. Informasi mengenai karakteristik pelamar diharapkan menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun program pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Pemerintah daerah menilai kesesuaian antara pendidikan, pelatihan, dan kebutuhan dunia kerja menjadi faktor penting untuk meningkatkan daya saing pencari kerja.
"Dengan keterampilan yang relevan, masyarakat diharapkan lebih siap memasuki pasar kerja dan memperoleh pekerjaan yang layak serta berkelanjutan," tambahnya.
Sementara itu, pihak PT Shou Fong Lastindo menjelaskan, pemenuhan kebutuhan hingga 3.000 tenaga kerja akan dilakukan secara bertahap. Proses rekrutmen direncanakan berlangsung hingga April 2027 dengan mempertimbangkan kebutuhan pelatihan, pengalaman kerja, serta kesiapan calon pekerja sebelum ditempatkan di bagian operasional produksi.
Perusahaan juga menegaskan bahwa seluruh proses rekrutmen dilaksanakan secara resmi dan tidak dipungut biaya. Para pelamar diimbau mengikuti prosedur seleksi yang berlaku serta mewaspadai pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan dengan meminta uang atau imbalan tertentu.
Dukungan terhadap upaya perluasan kesempatan kerja tersebut juga disampaikan anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro Choirul Anam. Kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat dinilai penting untuk memperluas akses pekerjaan sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga.
Nurul Azizah menegaskan, pemerintah daerah akan terus mendorong pengurangan angka pengangguran melalui fasilitasi rekrutmen, peningkatan kompetensi tenaga kerja, penguatan informasi pasar kerja, serta pengembangan investasi yang mampu menyerap tenaga kerja lokal.
Melalui kerja sama berkelanjutan dengan sektor industri, Pemkab Bojonegoro berharap semakin banyak masyarakat mendapatkan kesempatan kerja.
"Langkah ini diharapkan dapat memperkuat perekonomian keluarga, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan menekan angka pengangguran di Kabupaten Bojonegoro," ungkap Wabup.
Editor : Dedi Mahdi
Artikel Terkait
