BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Bojonegoro menangani 1.671 kejadian non-kebakaran sepanjang Januari hingga Oktober 2026.
Dari jumlah tersebut, penanganan ular dan sarang tawon menjadi jenis layanan yang paling banyak dilakukan petugas.
Berdasarkan data Damkarmat Bojonegoro, penanganan ular menempati urutan pertama dengan 607 kejadian. Posisi berikutnya adalah penanganan tawon sebanyak 606 kejadian.
Sementara itu, evakuasi kecelakaan lalu lintas (lakalantas) berada di urutan ketiga dengan 92 kejadian.
Tingginya angka penanganan ular dan tawon tersebut menunjukkan beragamnya tugas petugas pemadam kebakaran di luar penanganan kebakaran.
Terlebih, perubahan kondisi cuaca pada musim pancaroba hingga musim hujan kerap meningkatkan potensi kemunculan hewan-hewan tersebut di lingkungan permukiman.
"Musim pancaroba dan musim hujan biasanya membuat ular dan tawon makin sering masuk permukiman. Kalau menemukan sarang tawon atau ular di sekitar rumah, jangan diganggu sendiri ya. Segera hubungi kami," demikian keterangan tertulis yang disampaikan melalui akun media sosial resmi Damkarmat Bojonegoro, @damkarbojonegoro, Senin (2/11/2026).
Setelah penanganan ular, tawon, dan evakuasi kecelakaan lalu lintas, jenis layanan berikutnya adalah penanganan pohon tumbang. Selanjutnya, petugas juga menangani berbagai kejadian yang melibatkan hewan lain serta kegiatan pertolongan dan penyelamatan lainnya.
Damkarmat Bojonegoro mengimbau masyarakat agar tidak mengambil risiko dengan menangani sendiri situasi yang berpotensi membahayakan keselamatan, terutama ketika menemukan ular atau sarang tawon di sekitar rumah.
Masyarakat yang membutuhkan bantuan dapat menghubungi petugas melalui nomor WhatsApp pos Damkarmat terdekat. Informasi kontak masing-masing pos dapat diakses melalui tautan lynk.id/damkarbojonegoro.
Editor : Arika Hutama
Artikel Terkait
