BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Bojonegoro menangani 220 kejadian kebakaran sepanjang Oktober 2026. Kebakaran lahan, pekarangan, sampah, jerami, hingga rumpun bambu mendominasi laporan kejadian selama periode tersebut.
Berdasarkan rekapitulasi yang disampaikan melalui akun media sosial resmi Damkarmat Bojonegoro, @damkarbojonegoro, sebanyak 175 kejadian merupakan kebakaran lahan atau pekarangan, sampah, jerami, dan rumpun bambu.
Sementara itu, kebakaran rumah di kawasan permukiman tercatat sebanyak 12 kejadian. Jumlah yang sama juga terjadi pada kebakaran lahan hutan, yakni 12 kejadian. Adapun sisanya masuk dalam kategori kebakaran lainnya.
"Dari sisi penyebab, pembakaran sampah menjadi faktor paling dominan. Damkarmat mencatat sebanyak 139 kejadian atau 63,2 persen kebakaran dipicu aktivitas pembakaran sampah," demikian dalam keterangan tertulis yang disampaikan Damkarmat Bojonegoro.
Penyebab terbanyak kedua adalah pembakaran yang dilakukan secara sengaja oleh pihak tertentu, dengan 54 kejadian atau 24,5 persen.
"Selain itu, korsleting listrik tercatat menjadi penyebab 13 kejadian kebakaran atau sekitar 5,9 persen. Sisanya disebabkan faktor lain," tambahnya.
Dari persebaran wilayah, Kecamatan Kedungadem menjadi daerah dengan jumlah kejadian kebakaran terbanyak selama Oktober 2026, yakni 32 kejadian.
Meski jumlah kebakaran cukup tinggi, petugas Damkarmat berhasil menyelamatkan aset dengan nilai mencapai Rp 34.870.100.000. Sementara itu, total kerugian akibat seluruh kejadian kebakaran tersebut tercatat sebesar Rp 4.863.075.000.
Pembakaran Sampah Jadi Ancaman Kebakaran
Tingginya angka kebakaran yang dipicu pembakaran sampah menjadi perhatian Damkarmat Bojonegoro. Pasalnya, sebagian besar kejadian kebakaran sebenarnya dapat dicegah melalui perubahan perilaku masyarakat dan kewaspadaan terhadap sumber api.
Masyarakat diimbau tidak membakar sampah sembarangan, terutama ketika kondisi lingkungan kering dan angin berembus kencang. Api yang ditinggalkan tanpa pengawasan berisiko merambat ke lahan, pekarangan, bangunan, maupun vegetasi di sekitarnya.
Selain itu, warga diminta memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi pembakaran.
Damkarmat Bojonegoro juga mengingatkan masyarakat agar segera melaporkan apabila melihat kejadian kebakaran. Laporan dapat disampaikan melalui layanan WhatsApp Damkarmat Bojonegoro di tautan lynk.id/damkarbojonegoro.
Upaya pencegahan dan kecepatan pelaporan diharapkan dapat menekan jumlah kebakaran sekaligus meminimalkan kerugian materiil maupun risiko keselamatan masyarakat.
Editor : Arika Hutama
Artikel Terkait
