Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Libatkan Bappeda hingga BRIDA, 696 Mahasiswa Unigoro Ikuti Ujian Laporan KKN TK 2026
Advertisement . Scroll to see content

Diterjang Hujan Deras, Belasan Hektare Tanaman Tembakau di Bojonegoro Layu dan Mati

Kamis, 12 Juni 2025 | 08:04 WIB
  • author Arika Hutama
Diterjang Hujan Deras, Belasan Hektare Tanaman Tembakau di Bojonegoro Layu dan Mati
Petani saat menunjukan tanaman tembakau yang mati. (Foto: Dedi / iNews)

Bojonegoro.iNews.id – Cuaca ekstrem berupa hujan deras yang mengguyur wilayah selatan Kabupaten Bojonegoro selama tiga hari terakhir berdampak serius terhadap sektor pertanian, khususnya pada tanaman tembakau. Sedikitnya 17 hektare lahan tembakau milik petani di Desa Megale, Kecamatan Kedungadem, dilaporkan mengalami kerusakan parah.

Tanaman yang baru berusia sekitar satu bulan tersebut mendadak layu bahkan sebagian besar telah mati akibat tergenang air. Kondisi ini membuat para petani terpukul karena mengalami kerugian jutaan rupiah.

Darmaji, salah satu petani tembakau setempat, mengaku kehilangan sekitar 6.000 batang tanaman akibat curah hujan tinggi yang tidak biasa pada musim tanam tembakau.

“Saya sudah mengeluarkan banyak biaya sejak pembibitan, penanaman, hingga pemupukan. Sekarang sebagian besar tanaman mati mengering,” ungkapnya, Kamis (12/6/2025).

Para petani kini berupaya melakukan langkah penyelamatan agar tidak mengalami kerugian lebih besar. Di antaranya dengan membuat saluran pembuangan air dan meninggikan bedengan untuk mencegah genangan saat hujan turun kembali.

“Kami berharap cuaca segera kembali normal. Tanaman tembakau ini tidak cocok dengan air yang berlebih. Kalau kondisi seperti ini terus berlanjut, kami bisa gagal panen,” tambah Darmaji.

Tembakau dikenal sebagai tanaman yang memerlukan kondisi lahan kering, sehingga intensitas hujan tinggi sangat tidak menguntungkan dalam masa pertumbuhannya. Petani berharap pemerintah daerah turun tangan memberikan solusi ataupun bantuan agar mereka tidak menanggung kerugian lebih besar.

Editor: Dedi Mahdi

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut