Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Jejak Peradaban Bojonegoro Dibuka di Museum Rajekwesi, Wabup: Generasi Muda Harus Kenal Sejarah
Advertisement . Scroll to see content

Sakit Perut Habis Makan MBG, 150 Pelajar SMPN Balen Bojonegoro Tak Masuk Sekolah

Senin, 29 September 2025 | 08:00 WIB
  • author Arik T.P
Sakit Perut Habis Makan MBG, 150 Pelajar SMPN Balen Bojonegoro Tak Masuk Sekolah
Pelajar saat ambil MBG dan Wabup Bojonegoro Nurul Azizah saat beri arahan Seluruh Kepala SPPG di Bojonegoro. Foto: Istimewa

BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Sebanyak 150 pelajar dari Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Balen, Bojonegoro, dilaporkan tidak masuk sekolah akibat mengalami sakit perut usai mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disediakan di sekolah.

Peristiwa tersebut diungkap oleh Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, saat memberikan pembinaan kepada para kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kantor Pemkab Bojonegoro pada Kamis (25/9) pekan kemarin. 

“Di SMP Negeri 2 Balen Kenep ada 150 anak tidak sekolah karena dia sakit, informasi karena habis makan MBG. Ini kejadian riel, tapi apakah kepala SPPG melaporkan ke pemkab? Tidak sama sekali,” jelas Nurul Azizah.

Wabup Nurul menekankan pentingnya respons cepat dan akurat dari setiap kepala SPPG terhadap laporan atau keluhan masyarakat, terutama yang berkaitan dengan kualitas makanan. Menurutnya, satu kejadian di satu SPPG harus menjadi pelajaran untuk semua pihak yang terlibat dalam program MBG.

“Kualitas makanan harus dijaga, karena ini menyangkut kesehatan anak-anak kita,” tegasnya.

Saat ini, terdapat 56 SPPG aktif yang melayani 154.308 penerima atau sekitar 46,21 persen dari target. Sementara itu, masih ada 16 SPPG lainnya yang telah terbentuk namun belum berjalan secara optimal.

Sementara itu, kami masih berusaha konfirmasi untuk mencari informasi lebih dalam kepada pihak sekolah SMPN Balen terkait pelajar yang sakit perut setelah makan MBG, apakah ada yang sampai dilarikan ke rumah sakit atau tidak.

Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Bojonegoro Anwar Murtadlo tidak merespon saat berusaha dikonfirmasi. Setiap kali dihubungi via telepon maupun pesan singkat tidak pernah digubris, meski pesan maupun sambungan telepon dipastikan masuk atau diterima.

Editor: Dedi Mahdi

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut