Ratusan Siswa Diduga Keracunan MBG, Bupati Bojonegoro: Jangan Lukai Rakyat Kami
BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono memberikan peringatan keras kepada pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), menyusul kasus dugaan keracunan massal Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa ratusan siswa di Kecamatan Kedungadem.
“MBG adalah amanah untuk menyehatkan rakyat. Jangan pernah ada yang melukai rakyat kami dengan menu yang tidak sehat. Anak-anak kami di Bojonegoro berhak tumbuh dengan gizi yang baik,” tegas Bupati Setyo Wahono, Jumat (3/10/2025).
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro bergerak cepat merespons peristiwa keracunan massal yang terjadi di sejumlah sekolah, Kamis (2/10/2025).
Puluhan siswa dari berbagai tingkatan mengalami gejala pusing, lemas, sakit perut, hingga diare usai mengonsumsi MBG yang dibagikan di sekolah.
Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah bersama Kepala Dinas Kesehatan Ninik Susmiati langsung mendatangi puskesmas untuk memantau kondisi para siswa.
Pemkab menegaskan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG, mulai dari proses distribusi, standar kebersihan, hingga kualitas penyedia makanan.
“Pemkab Bojonegoro sangat prihatin dengan kejadian ini. Ke depan, evaluasi terhadap program MBG akan dilakukan secara ketat,” ujar Wabup Nurul Azizah.
Kepala Dinkes Bojonegoro, Ninik Susmiati, menambahkan pihaknya akan memperkuat pengawasan dan pembinaan terhadap penyedia makanan MBG.
“Keamanan pangan harus menjadi prioritas utama karena menyangkut kesehatan anak-anak kita,” ujarnya.
Pemkab Bojonegoro juga akan melaporkan kasus ini secara resmi ke pemerintah pusat melalui Sistem Pemantauan Program Gizi (SPPG) sebagai bentuk pertanggungjawaban dan bahan evaluasi nasional.
Meski demikian, program MBG akan tetap dilanjutkan dengan pengawasan lebih ketat untuk memastikan keamanan pangan dan kesehatan siswa.
Kasus dugaan keracunan pertama kali terjadi di SMA Negeri 1 Kedungadem pada Rabu (1/10/2025) siang. Setelah menyantap menu nasi kuning, ayam suwir, tempe kering, dan acar, sejumlah siswa mengeluhkan kondisi makanan yang berminyak, tempe pahit, acar terlalu asam, serta ayam yang mulai basi.
Akibatnya, sekitar 500 siswa mengalami keluhan ringan, delapan siswa harus dilarikan ke puskesmas, 36 izin sakit, dan 80 siswa tidak masuk sekolah.
Sehari setelahnya, empat siswa SD Negeri Tumbrasanom juga mengalami gejala serupa usai mengonsumsi MBG pada Kamis pagi.
Editor : Dedi Mahdi