APBD Bojonegoro 2026 Tembus Rp6,49 Triliun, Ini Fokus Utama Anggarannya
BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menetapkan pagu belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp6,49 triliun. Penetapan tersebut merupakan hasil penyesuaian postur anggaran usai evaluasi Gubernur Jawa Timur terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD 2026.
Meski terjadi penurunan pendapatan dari dana transfer pemerintah pusat, Pemkab Bojonegoro menegaskan komitmennya untuk memastikan pelayanan dasar kepada masyarakat tetap berjalan optimal.
Kepala Bidang Akuntansi Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bojonegoro, Anie Susanti, menyampaikan bahwa kepentingan publik tetap menjadi fokus utama dalam penyusunan dan pelaksanaan APBD 2026.
“Walaupun pendapatan transfer mengalami penurunan, kami memastikan program-program daerah serta pelayanan dasar yang langsung menyentuh masyarakat tetap berjalan maksimal,” ujar Anie, dikutip Bojonegoro.iNews.id dari laman resmi Kamis (8/1/2026).
Sebagai bentuk keberpihakan kepada masyarakat, Pemkab Bojonegoro mengalokasikan anggaran untuk sektor-sektor strategis melebihi batas minimal atau mandatory spending yang ditetapkan pemerintah pusat.
Di sektor kesehatan, Kabupaten Bojonegoro mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,26 triliun di luar belanja gaji ASN. Angka tersebut jauh melampaui kewajiban minimal sebesar Rp533 miliar atau 10 persen dari APBD, dengan tambahan anggaran mencapai Rp727 miliar guna menjamin akses layanan kesehatan bagi masyarakat.
Sementara itu, sektor pendidikan mendapat porsi anggaran sebesar Rp2,38 triliun atau 36,63 persen dari total belanja daerah. Alokasi ini meningkat Rp1,09 triliun dibandingkan batas minimal yang seharusnya sebesar Rp1,29 triliun, sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Bojonegoro.
Untuk mendukung mobilitas dan pertumbuhan ekonomi daerah, sektor infrastruktur dipatok sebesar Rp2,35 triliun atau 43,95 persen dari belanja daerah setelah dikurangi belanja transfer. Anggaran tersebut lebih tinggi Rp210 miliar dari kewajiban minimal sebesar Rp2,14 triliun atau 40 persen.
“Sektor kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur dalam pelayanan publik tetap menjadi prioritas utama untuk mendukung produktivitas dan kesejahteraan masyarakat,” tegas Anie.
Dengan postur belanja APBD 2026 sebesar Rp6,49 triliun, Pemkab Bojonegoro optimistis mampu terus mendorong pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan merata di seluruh wilayah kabupaten.
Editor : Dedi Mahdi