Dana Transfer ke Bojonegoro 2026 Anjlok Rp2 Triliun, DBH Migas Jadi Penyebab Utama
BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id – Penerimaan dana transfer ke daerah (TKD) yang diterima Kabupaten Bojonegoro pada tahun anggaran 2026 diproyeksikan mengalami penurunan drastis hingga Rp2 triliun. Penurunan ini terutama dipicu oleh merosotnya dana bagi hasil (DBH) dari sektor sumber daya alam minyak dan gas bumi.
Berdasarkan data Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Bojonegoro, total TKD yang dialokasikan untuk Bojonegoro pada 2026 dipatok sebesar Rp3 triliun. Angka tersebut turun signifikan dibandingkan tahun 2025 yang mencapai Rp5 triliun.
Kepala KPPN Bojonegoro, Teguh Ratno Sukarno, menjelaskan bahwa penurunan paling besar terjadi pada pos DBH dan PBB Migas . Pada 2026, DBH ditetapkan sebesar Rp1,2 triliun, jauh lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp3,1 triliun.
“Penurunan TKD tahun 2026 ini terutama disebabkan oleh berkurangnya penyaluran dana bagi hasil dari sektor migas,” ujar Teguh dalam keterangan data yang disampaikan kepada media, Rabu (14/1/2026).
Meski demikian, tidak semua komponen TKD mengalami penurunan. Beberapa sektor justru menunjukkan peningkatan alokasi. Penyaluran Dana Alokasi Umum (DAU) pada 2026 dipatok sebesar Rp1,2 triliun, meningkat dibandingkan 2025 yang sebesar Rp1 triliun.
"Peningkatan signifikan juga terjadi pada Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik. Pada 2026, DAK fisik ditetapkan sebesar Rp39 miliar, melonjak tajam dibandingkan tahun 2025 yang hanya sebesar Rp524 juta," tambahnya.
Sementara itu, DAK nonfisik pada 2026 dialokasikan sebesar Rp440 miliar. Nilai ini sedikit menurun dibandingkan alokasi tahun 2025 yang mencapai Rp448 miliar.
Adapun Dana Desa juga mengalami penurunan cukup tajam. Pada 2026, Dana Desa untuk Bojonegoro dipatok sebesar Rp137 miliar, merosot jauh dibandingkan tahun 2025 yang mencapai Rp397 miliar.
Penurunan signifikan dana transfer ini diperkirakan akan berdampak pada kemampuan fiskal daerah, khususnya dalam pembiayaan pembangunan dan pelayanan publik di Kabupaten Bojonegoro.
Editor : Dedi Mahdi