Dinilai Membahayakan, Pemasangan Portal Jembatan TBB Bojonegoro Dipertanyakan Warga
NGRAHO, iNewsBojonegoro.id - Pemasangan portal jalan di ruas masuk Jembatan TBB (Terusan Bojonegoro–Blora), tepatnya di Desa Luwihaji, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, menuai sorotan dari masyarakat. Sejumlah warga menilai keberadaan portal tersebut berpotensi membahayakan pengguna jalan, terutama bagi pengendara yang melintas tanpa kewaspadaan tinggi.
Keresahan warga itu mencuat setelah foto portal yang terpasang di badan jalan viral di media sosial. Salah satunya diunggah oleh akun Facebook Ali Haidar ke grup Radar Ngraho dan Sekitarnya. Unggahan tersebut langsung menyedot perhatian warganet dan dibanjiri ratusan komentar.
Beragam tanggapan pun bermunculan. Rohmat, salah satu warganet, menyebut portal tersebut berisiko memicu kecelakaan.
“Ini bisa membahayakan, terutama jika pengemudi tidak fokus,” tulisnya.
Komentar senada disampaikan Setiyono yang menyoroti aspek keselamatan.
“Ditambahi rambu-rambu 100 meter sebelum portal, lampu penerangannya yang cukup. Aspek keselamatan bagi kendaraan lain harus diperhatikan,” tulisnya, Sabtu (7/2).
Sementara itu, Andik mempertanyakan urgensi pembangunan jembatan yang kemudian justru dipasangi portal.
“Karuan jembatane rausah dibangun, dadi ben ra liwat. Lucu, jalan jembatan dibangun tapi terus diportal,” ungkapnya.
Tak hanya tiga komentar tersebut, ratusan warganet lain turut mempertanyakan alasan, desain, serta tingkat keamanan portal yang dipasang di jalur tersebut.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menegaskan bahwa pemasangan portal dilakukan dengan tujuan pengamanan dan pengendalian lalu lintas. Sebelumnya, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah telah meninjau langsung proses pembangunan dan pemasangan portal di ruas masuk Jembatan TBB, Desa Luwihaji.
Jembatan TBB sendiri merupakan jalur penghubung strategis antara Provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah. Peninjauan lapangan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keamanan pengguna jalan sekaligus ketahanan infrastruktur.
Sebelum pemasangan dilakukan, Pemkab Bojonegoro menggelar rapat pematangan di Ruang Setyowati, Gedung Lama Lantai 2. Rapat tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Bojonegoro, perwakilan Satlantas Polres Bojonegoro, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PUBM), Kepala Dinas Pemadam Kebakaran, serta Kepala Satpol PP.
Dalam rapat itu, dibahas berbagai aspek mulai dari teknis pemasangan portal, keselamatan lalu lintas, hingga dampak sosial bagi masyarakat sekitar. Pemerintah daerah menekankan pentingnya sinergi lintas sektor agar kebijakan yang diterapkan tidak menimbulkan persoalan baru di lapangan.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bojonegoro, Willy Fitrama, menjelaskan bahwa pemasangan portal merupakan tindak lanjut dari usulan Pemerintah Desa setempat. Warga menghendaki adanya pengendalian lalu lintas guna meningkatkan keselamatan dan kenyamanan lingkungan.
“Portal dipasang sekitar 200 meter sebelum jembatan, dengan tinggi 2,8 meter dan lebar 2,3 meter di kedua sisi jalan. Di bagian tengah juga dilengkapi barikade sebagai penanda keselamatan bagi pengguna jalan,” jelas Willy.
Ia menambahkan, ruas jalan menuju Jembatan Luwihaji–Medalem merupakan jalan kelas III atau jalan lokal. Jalan tersebut hanya diperuntukkan bagi kendaraan dengan lebar maksimal 2.100–2.500 milimeter, panjang 9.000–18.000 milimeter, serta muatan sumbu terberat maksimal delapan ton.
Wakil Bupati Nurul Azizah menegaskan bahwa portal dipasang untuk mencegah kendaraan bertonase berat melintas di jalur yang tidak sesuai peruntukannya.
“Portal ini dibuat untuk keamanan dan kenyamanan bersama. Kami masih sering menerima laporan kendaraan bermuatan berat melintas di jalur ini. Karena itu, kami mengimbau agar kendaraan bertonase besar menggunakan rute yang semestinya,” tegasnya.
Pemkab Bojonegoro berharap, melalui kebijakan tersebut, tercipta lalu lintas yang lebih tertib, aman, dan berkelanjutan, sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang bermukim di sekitar jalur Jembatan TBB.
Editor : Arika Hutama