Dari Kuliner hingga Fashion di 75 Tenda, Ini Daya Tarik Bazar Ramadan di Kota Bojonegoro
BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Bojonegoro tak menghalangi langkah para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk ambil bagian dalam Bazar Ramadhan UMKM Bahagia 1447 H/2026 M. Kegiatan tersebut resmi dibuka oleh Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, Jumat (20/2/2026).
Sejak siang hari, puluhan pelaku UMKM mulai memadati lokasi bazar di sepanjang Jalan P. Mas Tumapel dan Jalan Pasar Kota. Mereka tampak sibuk menata produk di meja stan, memastikan tampilan dagangan menarik guna memikat minat pembeli yang datang menjelang waktu berbuka puasa.
Tepat pukul 15.55 WIB, Bupati Setyo Wahono bersama Wakil Bupati Nurul Azizah, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro tiba di lokasi. Setelah seremoni pembukaan, rombongan berkeliling meninjau satu per satu stan, menyapa pelaku UMKM dan berdialog singkat mengenai produk yang dipasarkan.
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa Bazar Ramadhan UMKM Bahagia merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sektor UMKM. Momentum Ramadhan dinilai strategis karena meningkatnya kebutuhan masyarakat, baik untuk konsumsi harian selama puasa maupun persiapan menyambut Idulfitri.
“Ramadhan adalah momen di mana kebutuhan masyarakat meningkat. Bazar ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan tersebut sekaligus memberikan ruang bagi UMKM untuk promosi, bersaing, dan naik kelas,” ujar Bupati.
Dengan mengucap “Bismillahirrahmanirrahim,” Bupati secara resmi membuka kegiatan, menandai dimulainya rangkaian bazar yang akan berlangsung selama bulan suci.
Apresiasi datang dari Irva, anggota Forum Kewirausahaan Bojonegoro (FKP). Ia menyebut penyelenggaraan bazar ini sebagai realisasi komitmen pemerintah daerah terhadap pelaku UMKM, termasuk wirausaha muda.
“Alhamdulillah sudah terealisasi. Semoga ini bisa menginspirasi pemuda Bojonegoro untuk berani memulai usaha dan mendorong pelaku usaha yang sudah ada agar terus berkembang,” ungkapnya.
Antusiasme juga terlihat dari masyarakat. Ayu Wulandari, warga Sugihwaras, mengaku sengaja datang untuk berkeliling stan. Menurutnya, konsep bazar yang terpusat memudahkan pembeli sekaligus membantu penjual menjangkau konsumen lebih luas.
“Lebih praktis karena semua ada di satu lokasi. Tinggal pilih sesuai kebutuhan. Semoga ke depan UMKM juga didukung promosi digitalnya,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, bazar menghadirkan 40 tenda yang diisi oleh PKK, GOW, DWP, Disperinaker, Disdagkop UM, Dinpora, serta berbagai asosiasi dan paguyuban UMKM di Bojonegoro. Selain itu, tersedia 35 tenda tambahan bagi pedagang di area Alun-Alun Bojonegoro.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap perputaran ekonomi masyarakat meningkat selama Ramadhan, sekaligus memperkuat daya saing UMKM lokal di tingkat regional maupun nasional.
Editor : Arika Hutama