Rakor Bareng OPD-Camat, Bupati Bojonegoro Soroti Jalan, Jembatan, dan Ekonomi Daerah 2026
BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah menggelar rapat koordinasi (rakor) monitoring dan pengendalian program serta kegiatan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Angling Dharma ini diikuti 28 camat se-Kabupaten Bojonegoro, serta jajaran OPD.
Dalam rakor tersebut, Bupati menekankan pentingnya peran camat dalam merespons berbagai persoalan pembangunan di wilayah masing-masing secara cepat dan solutif.
Menurut Setyo Wahono, pertemuan ini menjadi sarana memperkuat sinergi dan komunikasi antara pemerintah kabupaten dengan para camat sebagai perpanjangan tangan pemerintah di tingkat kecamatan.
Ia menegaskan bahwa kehadiran pemerintah harus mampu menjawab berbagai persoalan dan kebutuhan masyarakat.
“Posisi camat sangat penting dalam menjalankan pemerintahan hingga ke desa. Camat harus terus berkomunikasi dengan masyarakat, bersikap visioner, koordinatif, tegas, responsif, serta berintegritas,” ujarnya, dikutip dari laman pemkab, jumat (6/3/).
Bupati menambahkan, respons cepat terhadap kebutuhan masyarakat akan membantu pemerintah menyusun perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran. Selain itu, camat juga diminta memahami kondisi demografi dan geografis wilayahnya untuk memetakan potensi daerah yang dapat dikembangkan.
Sementara itu, Wakil Bupati Nurul Azizah mengingatkan jajaran camat untuk lebih aktif memantau kondisi wilayahnya, termasuk mengawasi bangunan yang belum memiliki izin.
Ia menjelaskan bahwa pada tahun 2026, pemerintah daerah memprioritaskan pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan gedung sekolah, serta pengembangan potensi ekonomi dan sektor pariwisata.
“Silakan diusulkan mana yang paling prioritas, sehingga sesuai arahan Bupati kita bisa menghadirkan pemerintahan yang responsif dan solutif bagi masyarakat,” ungkapnya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bojonegoro, Edi Susanto, menambahkan bahwa dalam rakor tersebut para camat memaparkan sejumlah program prioritas di wilayah masing-masing.
Beberapa poin yang dibahas antara lain potensi daerah di sektor pertanian, pariwisata, dan UMKM, termasuk pengelolaan aset milik pemerintah kabupaten di wilayah kecamatan. Selain itu, turut dibahas kebutuhan pembangunan infrastruktur prioritas seperti jalan, jembatan, sekolah, serta sarana dan prasarana lainnya.
Rakor juga menyoroti pelaksanaan sejumlah program unggulan pemerintah daerah, seperti Gayatri, Domba Kesejahteraan, dan Kolega, serta perkembangan proses verifikasi dan validasi data DTSEN terkait keluarga yang sudah maupun belum menerima program bantuan dari pemerintah daerah.
Selain itu, data pengangguran di tingkat desa juga menjadi salah satu bahan evaluasi dalam upaya memperkuat perencanaan pembangunan dan penanganan masalah ketenagakerjaan di Kabupaten Bojonegoro.
Editor : Arika Hutama