get app
inews
Aa Text
Read Next : 1.007 Modin Perempuan Terima Insentif dari Pemkab Bojonegoro, Segini Besarannya

Apel Perdana Usai Lebaran, Bupati Bojonegoro Ingatkan Tantangan Fiskal 2026

Rabu, 25 Maret 2026 | 18:26 WIB
header img
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono saat memimpin apel perdana usai libur lebaran. Foto: Prokopim

BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menggelar apel pagi perdana usai libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah yang dirangkai dengan kegiatan halal bihalal, Rabu (25/03/2026). 

Kegiatan tersebut berlangsung di halaman depan Gedung Putih Pemkab Bojonegoro dan diikuti seluruh aparatur sipil negara (ASN).
Apel dipimpin langsung oleh Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono

Momentum tersebut berlangsung dalam suasana hangat, ditandai dengan tradisi saling bermaafan antarpegawai setelah perayaan Idul Fitri.

Dalam amanatnya, Bupati Setyo Wahono mengawali dengan menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri kepada ASN dan masyarakat Bojonegoro, sekaligus mengajak seluruh jajaran memperkuat semangat kebersamaan dalam menjalankan tugas pelayanan publik.

“Secara pribadi, keluarga, dan atas nama Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, saya mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin,” ujarnya.

Ia menilai Bojonegoro sebagai daerah yang memiliki keunggulan sumber daya alam yang berdampak pada kesejahteraan, termasuk bagi ASN. 

Namun, kondisi tersebut, menurutnya, harus disikapi dengan rasa syukur serta dimanfaatkan untuk memperkuat solidaritas dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Lebih lanjut, Bupati menekankan pentingnya peningkatan kinerja ASN di tengah tantangan fiskal. 

Ia mengingatkan bahwa penurunan kinerja dapat berdampak pada kebijakan anggaran, sehingga efisiensi dalam APBD 2026 perlu dilakukan secara ketat.

“Kegiatan yang tidak bersifat mendesak atau hanya seremonial perlu dikurangi. Namun demikian, pelayanan kepada masyarakat tidak boleh berkurang,” tegasnya.

Ia juga menyinggung dinamika global, termasuk faktor geopolitik, yang turut memengaruhi arah kebijakan pemerintah. 

Karena itu, seluruh perangkat daerah diminta lebih cermat dalam merencanakan program, khususnya dalam mengawal kegiatan prioritas menuju 2027.

Selain efisiensi, optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga menjadi perhatian. 

Setiap perangkat daerah diminta mengidentifikasi potensi yang dapat dikembangkan serta menekan pengeluaran, termasuk pada anggaran perjalanan dinas dan penggunaan energi seperti bahan bakar dan listrik.

Bupati turut mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan dan semangat kerja sebagai modal utama dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

Di sektor lingkungan, ia mendorong penguatan gerakan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah kecamatan, dunia pendidikan, masyarakat, hingga sektor swasta, guna membangun kesadaran lingkungan sejak dini.

Sementara dalam upaya memperkuat ketahanan pangan, jajaran terkait, khususnya Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian bersama para camat, diminta mengoptimalkan pemanfaatan lahan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Percepatan layanan perizinan juga menjadi perhatian. Bupati menegaskan pentingnya kepastian pelayanan dengan memberikan respons cepat terhadap setiap permohonan, baik yang dapat diproses maupun yang tidak.

Selain itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, seperti pertanian, kesehatan, dan pariwisata, dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan halal bihalal yang diikuti seluruh pegawai sebagai upaya mempererat silaturahmi dan kebersamaan di lingkungan Pemkab Bojonegoro.

Editor : Arika Hutama

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut