get app
inews
Aa Text
Read Next : Kemarau 2026 Produksi Padi Terancam Turun 50.000 Ton, Ini Langkah Pemkab Bojonegoro

TPA Banjarsari Kembangkan Drum Komposter, Dorong Pengolahan Sampah dari Rumah Tangga

Senin, 13 April 2026 | 09:38 WIB
header img
Pengembangan drum sampah kompos oleh TPA Banjarsari. (Foto: Pemkab).

TRUCUK, iNewsBojonegoro.id - Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah milik Pemerintah Kabupaten Bojonegoro di Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, terus berinovasi dalam pengelolaan limbah. Salah satunya melalui pengembangan drum komposter, alat sederhana yang dinilai efektif untuk mengolah sampah organik dari skala rumah tangga.

Inovasi ini diharapkan mampu menekan volume sampah yang masuk ke TPA, sekaligus mengubah pola pikir masyarakat dalam mengelola limbah domestik.

Pengelola TPA Banjarsari, Yono, mengatakan bahwa saat ini pembuatan drum komposter masih banyak dimanfaatkan oleh sekolah-sekolah sebagai sarana praktikum. Namun, konsep tersebut dinilai sangat relevan diterapkan di tingkat rumah tangga mengingat tingginya persentase sampah organik.

“Sebagian besar sampah rumah tangga itu organik dan sebenarnya bisa diselesaikan dari sumbernya sebelum sampai ke TPA,” ujarnya.

Data dari Satu Data Bojonegoro menunjukkan tren peningkatan volume sampah setiap tahun. Pada 2025, total sampah yang dikelola mencapai 47.380,36 ton per tahun, meningkat dibandingkan 2024 yang tercatat sebesar 45.997,80 ton per tahun.

Melalui pemanfaatan drum komposter, sampah dapur seperti sisa makanan tidak lagi menjadi sumber bau dan penumpukan. Limbah tersebut dapat diolah menjadi pupuk organik cair (POC) maupun kompos padat yang bernilai guna.

Secara teknis, drum komposter dibuat dari drum plastik bekas yang dimodifikasi dengan sistem aerasi berupa lubang udara. Selain itu, bagian bawah drum dilengkapi keran untuk memudahkan pengambilan pupuk cair hasil fermentasi.

Menurut Yono, alat ini sangat cocok digunakan di kawasan permukiman padat yang minim lahan terbuka. Selain mengurangi volume sampah, penggunaan komposter juga berkontribusi dalam menekan emisi gas metana yang biasa dihasilkan dari timbunan sampah organik di TPA.

“Manfaatnya bisa langsung dirasakan, karena pupuk yang dihasilkan dapat digunakan untuk tanaman hias maupun sayuran di pekarangan rumah,” jelasnya.

Dia menambahkan, jika penggunaan drum komposter dilakukan secara konsisten di tingkat rukun tetangga (RT), maka beban sampah yang masuk ke TPA Banjarsari berpotensi berkurang secara signifikan.

Saat ini, kegiatan sosialisasi dan pendampingan masih difokuskan pada lingkungan sekolah. Namun, masyarakat umum yang berkunjung ke TPA Banjarsari juga diberikan kesempatan untuk belajar merakit dan menggunakan drum komposter.

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap inovasi ini dapat berkembang menjadi gerakan luas di masyarakat. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen daerah dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat, sekaligus mendukung target nasional pengurangan sampah.

Editor : Arika Hutama

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut