get app
inews
Aa Text
Read Next : Kemarau 2026 Produksi Padi Terancam Turun 50.000 Ton, Ini Langkah Pemkab Bojonegoro

Terus Meningkat, Produksi Sampah di Bojonegoro Lebih dari 47.000 Ton Per Tahun

Minggu, 19 April 2026 | 08:27 WIB
header img
Ilustrasi tempat pengelolaan sampah. (Foto: Istimewa).

BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Volume sampah yang dikelola Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Berdasarkan data resmi Satu Data Bojonegoro, total sampah terkelola pada 2025 mencapai 47.380,36 ton per tahun, meningkat dibandingkan 2024 yang tercatat sebesar 45.997,80 ton per tahun.

Meski demikian, jumlah sampah yang tidak terdata diperkirakan jauh lebih besar. Hal ini dipengaruhi oleh masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah, termasuk praktik pembuangan sembarangan seperti ke aliran Bengawan Solo.

Sebagai upaya menekan volume sampah, Pemkab Bojonegoro melalui Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, mengembangkan inovasi pengolahan sampah organik berupa drum komposter. Alat sederhana ini dirancang untuk mengolah sampah rumah tangga langsung dari sumbernya.

Salah satu pengelola TPA Banjarsari, Yono menjelaskan bahwa saat ini pemanfaatan drum komposter masih difokuskan pada kebutuhan edukasi di lingkungan sekolah, terutama untuk kegiatan praktikum. Inovasi tersebut lahir dari tingginya persentase sampah organik rumah tangga yang sebenarnya dapat diolah sebelum masuk ke TPA.

“Melalui drum komposter, kami ingin mengedukasi masyarakat bahwa sampah dapur memiliki nilai manfaat. Sampah organik bisa diolah menjadi pupuk cair maupun kompos padat,” ujarnya.


Pengembangan drum sampah kompos oleh TPA Banjarsari. Foto: Pemkab

Drum komposter dibuat dari drum plastik bekas yang dimodifikasi dengan sistem aerasi berupa lubang udara serta dilengkapi keran di bagian bawah untuk memanen pupuk organik cair. Desainnya yang sederhana memungkinkan masyarakat memproduksi sendiri alat tersebut di rumah.

Selain praktis, penggunaan drum komposter dinilai cocok untuk kawasan permukiman padat yang memiliki keterbatasan lahan. Metode ini juga berkontribusi dalam mengurangi emisi gas metana yang dihasilkan dari penumpukan sampah organik di TPA.

“Pupuk yang dihasilkan bisa dimanfaatkan untuk tanaman hias maupun sayuran di pekarangan. Untuk pupuk cair, cukup membuka keran di bagian bawah drum,” tambahnya.

Pemanfaatan drum komposter dinilai sebagai langkah strategis dalam pengurangan sampah berbasis masyarakat. Jika diterapkan secara konsisten, misalnya di tingkat rukun tetangga (RT), beban sampah di TPA Banjarsari diproyeksikan dapat berkurang signifikan.

Saat ini, sosialisasi dan pendampingan masih difokuskan di lingkungan sekolah. Namun, pengunjung TPA juga diberikan kesempatan untuk belajar merakit drum komposter secara langsung.

Ke depan, inovasi ini diharapkan dapat berkembang menjadi gerakan masif di masyarakat, sekaligus mengubah pola pikir dari sekadar membuang sampah menjadi mengelola sampah secara mandiri.

Langkah ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, sekaligus mendukung target nasional pengurangan sampah.

Editor : Dedi Mahdi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut