get app
inews
Aa Text
Read Next : Kemarau 2026 Produksi Padi Terancam Turun 50.000 Ton, Ini Langkah Pemkab Bojonegoro

291.600 Ekor Ayam Diberikan ke 5.400 KPM, Pemkab Klaim Produksi Telur Gayatri Capai 88 Persen

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:02 WIB
header img
Warga saat memberi makan ayam petelur Gayatri. Foto: iNews Bjn

BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Peternakan dan Perikanan Bojonegoro terus mematangkan pelaksanaan Program Gayatri (Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri) sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat berbasis sektor peternakan.

Pada tahun 2026, program tersebut masih berada dalam tahap verifikasi calon Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tersebar di 28 kecamatan. Tahapan ini menjadi proses krusial sebelum penetapan penerima melalui Surat Keputusan Bupati.

Kepala Bidang Peternakan, Indra Firmansyah, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan belum dilakukan karena masih menunggu rampungnya proses administrasi tersebut.

“Penyaluran bantuan saat ini belum dilaksanakan karena masih dalam proses verifikasi calon KPM. Setelah itu akan diajukan SK Bupati, dilanjutkan dengan bimbingan teknis, kemudian distribusi bantuan sesuai timeline rangkaian direncanakan dimulai dibulan Mei atau Juni,” jelasnya.

Sementara itu, pelaksanaan Program Gayatri yang didanai APBD Tahun 2025 telah menunjukkan capaian signifikan. Sebanyak 5.400 KPM telah menerima bantuan dengan total 291.600 ekor ayam petelur. Dari program tersebut, tingkat produksi telur saat ini telah mencapai sekitar 88 persen.

Pemkab Bojonegoro tidak hanya fokus pada penyaluran bantuan, tetapi juga memastikan keberlanjutan program melalui pendampingan intensif. Pendampingan meliputi manajemen pemeliharaan ternak, vaksinasi seperti Avian Influenza (AI) serta Newcastle Disease dan Infectious Bronchitis (ND+IB), hingga fasilitasi pemasaran hasil produksi.

“Penerima Program Gayatri tahun 2025 masih terus kami dampingi, baik dari sisi teknis pemeliharaan maupun pemasaran, agar usaha ternak yang dijalankan dapat berkembang secara berkelanjutan,” tambahnya.

Program Gayatri dinilai mampu menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat karena karakteristik ayam petelur sebagai aset produktif dengan perputaran ekonomi yang cepat.

“Melalui ayam petelur, masyarakat bisa mendapatkan penghasilan harian. Selain itu, perawatannya relatif mudah dan bisa dijadikan usaha sampingan,” ungkapnya.

Meski demikian, pemerintah daerah mengingatkan pentingnya pengelolaan keuangan bagi para penerima manfaat. Hasil produksi telur diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menjaga keberlangsungan usaha, termasuk pemenuhan kebutuhan pakan dan penggantian ayam saat memasuki masa tidak produktif.

Dengan pengelolaan yang tepat, Program Gayatri diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga memperkuat kemandirian ekonomi warga Bojonegoro secara berkelanjutan.

Sebelumnya, Komisi B DPRD Bojonegoro merekomendasikan agar pemerintah kabupaten mempertimbangkan pembangunan pabrik pakan ternak. Langkah ini dinilai penting untuk menekan biaya produksi sekaligus menjaga stabilitas harga telur di tingkat peternak.

“Pembuatan pakan ternak ini untuk mengatasi tingginya harga, serta rendahnya harga jual telur yang berdampak pada keberlanjutan usaha peternak,” kata Wakil Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro, Lasuri.

Selain persoalan biaya produksi, DPRD juga menyoroti skema pendampingan program di lapangan. Komisi B meminta agar tanggung jawab pendampingan tidak dibebankan kepada pemerintah desa, mengingat keterbatasan anggaran desa (ADD) pada 2026.

“Jika desa yang ditunjuk, gaji pendamping diambil dari mana? Sementara ADD saat ini terbatas. Program ini berjalan sendiri, sehingga sangat rawan penyelewengan” tegas Lasuri.

Editor : Arika Hutama

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut