Ramalan Leluhur Desa Drenges Mulai Terwujud, Geosite Kedung Lantung Bakal Diakui UNESCO
BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Harapan warga Desa Drenges, Kecamatan Sugihwaras, untuk menjadikan wilayahnya sebagai pusat pertumbuhan baru mulai menunjukkan titik terang.
Pengembangan Geosite Kedung Lantung kini diproyeksikan menjadi destinasi unggulan yang mendukung target Bojonegoro menuju UNESCO Global Geopark (UGGp).
Program tersebut merupakan bagian dari kontribusi industri hulu migas di wilayah Kabupaten Bojonegoro, melalui SKK Migas dan EMCL.
Dalam pelaksanaannya, EMCL bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bojonegoro (Unigoro), guna mendampingi masyarakat mengelola potensi wisata secara mandiri dan berkelanjutan.
Perwakilan EMCL, Slamet Rijadi, mengatakan kolaborasi dengan LPPM Unigoro dilakukan untuk memastikan pengembangan Geosite Kedung Lantung berjalan optimal dengan melibatkan masyarakat secara aktif.
“Kami bermitra dengan LPPM Unigoro untuk mewujudkan pengembangan geosite ini bersama masyarakat,” ujar Slamet saat sosialisasi program di Balai Desa Drenges, Jumat (8/5/2026).

Menurut dia, antusiasme warga menjadi modal utama dalam pengembangan kawasan wisata tersebut. Masyarakat bahkan telah membentuk panitia pelaksana pembangunan dan bergotong royong menyiapkan fasilitas penunjang destinasi.
Slamet menegaskan, seluruh bantuan dari EMCL akan dikelola langsung oleh masyarakat dengan pendampingan dari tim Unigoro. Langkah itu dinilai penting untuk memperkuat rasa memiliki sekaligus menjaga transparansi dan akuntabilitas program.
Camat Sugihwaras, Supranata, mengapresiasi keterlibatan aktif warga dalam mendukung pengembangan geosite. Ia mengingatkan masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan, khususnya kawasan sungai di sekitar Kedung Lantung.
“Jangan lagi membuang sampah di sungai. Kedung Lantung ini milik bersama yang harus dirawat dengan penuh kepedulian agar wisatawan merasa nyaman,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Drenges, Yaspingi, menyebut pengembangan Geosite Kedung Lantung seolah menjadi jawaban atas petuah leluhur yang sejak lama dipercaya warga.
“Orang tua dulu sering berkata suatu saat Drenges akan menjadi kota. Hari ini kami mulai melihat harapan itu,” ujarnya.
Ia berharap Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dapat mengikuti pendampingan secara serius agar mampu mengelola kawasan wisata secara profesional dan berkelanjutan.
Ketua LPPM Unigoro, Dr. Laily Agustina Rahmawati, menambahkan bahwa pendampingan yang dilakukan tidak hanya menyasar pembangunan infrastruktur, tetapi juga peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
“Kami ingin mengangkat nilai ilmiah Kedung Lantung hingga dikenal di tingkat internasional. Harapannya, Drenges bukan hanya berkembang sebagai pusat ekonomi baru, tetapi juga menjadi destinasi wisata dunia,” kata Laily.
Keberadaan Geosite Kedung Lantung kini mulai dipandang sebagai simbol harapan baru bagi masyarakat Desa Drenges. Warga optimistis pengembangan kawasan tersebut mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui terbukanya peluang usaha dan lapangan kerja baru.
Editor : Arika Hutama