get app
inews
Aa Text
Read Next : Bisa Gunakan AI untuk Skripsi dan Riset? Unigoro Siapkan Regulasi untuk Dosen dan Mahasiswa

Sungai Berminyak Jadi Laboratorium Alam, Mahasiswa Unigoro Teliti Ekosistem Unik Kedung Lantung

Selasa, 12 Mei 2026 | 10:08 WIB
header img
Sejumlah Mahasiswa Ilmu Lingkungan Unigoro saat meneliti sungai berminyak Kedung Lantung. Foto: iNews Bjn

BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id – Puluhan mahasiswa semester dua Program Studi Ilmu Lingkungan Universitas Bojonegoro (Unigoro) mengikuti kuliah lapangan di Geosite Kedung Lantung, Senin (11/5/2026). Kawasan dengan fenomena rembesan minyak bumi alami itu menjadi lokasi pembelajaran langsung terkait ekosistem dan interaksi lingkungan dalam kondisi ekstrem.

Aliran sungai yang tampak berkilau akibat kandungan minyak alami menjadi daya tarik utama dalam kegiatan mata kuliah Pengantar Ekologi dan Ilmu Lingkungan tersebut. Mahasiswa diajak mengamati secara langsung bagaimana organisme hidup beradaptasi pada lingkungan yang memiliki karakter geologi unik.

Dosen pengampu mata kuliah, Dr. Laily Agustina R., S.Si., M.Sc., mengatakan kegiatan lapangan dirancang agar mahasiswa tidak hanya memahami teori di ruang kelas, tetapi juga mampu membaca dinamika ekosistem secara nyata.

“Dari pengamatan lapangan, mahasiswa belajar memahami konsep toleransi lingkungan, adaptasi spesies, hingga keseimbangan ekosistem secara nyata, bukan sekadar melalui teori di ruang kelas,” terangnya.

Menurutnya, kandungan minyak di aliran sungai diduga menjadi faktor pembatas bagi organisme tertentu untuk bertahan hidup dan berkembang. Kondisi tersebut menghadirkan tantangan ekologis yang jarang ditemukan di lokasi lain.

Laily menilai Geosite Kedung Lantung memiliki potensi besar sebagai laboratorium alam terbuka yang mendukung pendidikan dan penelitian lingkungan.

“Kami berharap kawasan ini dapat menjadi ruang belajar langsung bagi siswa maupun mahasiswa untuk memahami ekosistem secara nyata di lapangan. Tidak hanya tentang geologi dan fenomena rembesan minyak bumi, tetapi juga tentang bagaimana makhluk hidup berinteraksi dengan kondisi geologi yang unik tersebut, termasuk keterkaitannya dengan budaya dan kehidupan masyarakat lokal,” imbuhnya.

Dalam kegiatan itu, mahasiswa juga berkesempatan menyaksikan langsung proses pengujian kualitas air sungai yang dilakukan di tiga titik, yakni hulu, area rembesan minyak, dan hilir sungai. Pengujian dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro bersama UPT Laboratorium Lingkungan DLH Jawa Timur.

“Mahasiswa menyaksikan dan terlibat langsung saat proses pengambilan sampel air. Mulai dari teknik sampling, penggunaan alat dan bahan, hingga prosedur teknis yang digunakan dalam pengujian kualitas lingkungan,” ujar Laily.

Kuliah lapangan berlangsung interaktif dengan diskusi mengenai parameter kualitas air, metode pengambilan sampel, regulasi lingkungan, hingga pentingnya validitas data dalam kajian ilmiah.

Kegiatan pengujian kualitas air tersebut menjadi bagian dari upaya DLH Kabupaten Bojonegoro dalam memperkuat data pendukung menghadapi penilaian UNESCO Global Geopark (UGGp) pada Juli 2026 mendatang. Data ilmiah dan kualitas lingkungan dinilai menjadi aspek penting dalam pengelolaan geosite berbasis konservasi, edukasi, dan pembangunan berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, Geosite Kedung Lantung dinilai tidak hanya memiliki potensi sebagai destinasi wisata geologi, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran dan penelitian lingkungan yang menyimpan nilai ilmiah, ekologis, dan budaya.

Editor : Arika Hutama

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut