get app
inews
Aa Text
Read Next : Bisa Gunakan AI untuk Skripsi dan Riset? Unigoro Siapkan Regulasi untuk Dosen dan Mahasiswa

GEMA-SUMENGKO, Inovasi Mahasiswa Unigoro Wujudkan Ekonomi Sirkular dari Sampah

Kamis, 16 Juli 2026 | 17:16 WIB
header img
Mahasiswa bersama PKK Desa Sumengko, kelola sampah jadi bernilai ekonomi. (Foto: iNews Bjn)

BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Lima mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan Universitas Bojonegoro (Unigoro) menggagas program Gerakan Pengolahan Sampah Mandiri oleh PKK Desa Sumengko (GEMA-SUMENGKO) sebagai upaya mendorong pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular rumah tangga.

Program tersebut merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang berhasil memperoleh pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek) RI.

Ketua Kelompok PKM-PM Unigoro, Dian Risa Saputri, menjelaskan bahwa GEMA-SUMENGKO lahir dari keprihatinan tim terhadap banyaknya tumpukan sampah di Tempat Pemrosesan Sementara (TPS) Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu. 

Menurutnya, sampah organik maupun anorganik masih memiliki potensi ekonomi apabila dipilah dan diolah dengan baik.

"Fokus utama kami ekonomi sirkular rumah tangga. Jadi sampah organiknya bisa diolah menjadi pupuk kompos dalam lubang biopori yang terbuat dari galon air mineral bekas. Sedangkan sampah anorganiknya dibuat menjadi dompet dan taplak meja," tuturnya, Kamis (16/7/2026).

Sebagai langkah awal implementasi program, tim mahasiswa menggelar sosialisasi edukasi mengenai pemilahan sampah organik dan anorganik di Balai Desa Sumengko pada 23 Juni 2026. 

Kegiatan tersebut diikuti puluhan anggota PKK Desa Sumengko yang mendapat pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan sampah sejak dari rumah tangga.

Program kemudian berlanjut melalui workshop pada 11 Juli 2026 yang berfokus pada praktik pembuatan lubang biopori serta kerajinan tangan berbahan baku sampah plastik.

Anggota Kelompok PKM-PM Unigoro, Dania Agustina Dewi, mengatakan antusiasme masyarakat terlihat tinggi selama rangkaian kegiatan berlangsung. Untuk menjaga keberlanjutan program, peserta juga dibekali kartu monitoring yang digunakan sebagai alat evaluasi secara berkala.

"Kami juga membekali para peserta dengan kartu monitoring. Setiap pekan akan dimonitoring agar kami bisa memastikan ekonomi sirkular dari sampah ini bagaimana caranya bisa berputar terus," imbuhnya.

Meski sosialisasi dan pelatihan telah terlaksana, rangkaian program GEMA-SUMENGKO masih berlanjut. Tim PKM-PM Unigoro kini bersiap menghadapi Penilaian Kemajuan Pelaksanaan Program (PKP2), yang menjadi tahapan penting dalam evaluasi Program Kreativitas Mahasiswa.

Hasil penilaian tersebut akan menentukan tim yang berhak melaju ke ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS), kompetisi bergengsi bagi mahasiswa tingkat nasional.

Editor : Arika Hutama

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut