Belum Punya Gedung, 60 Siswa Baru Sekolah Rakyat Bojonegoro Belajar Sementara di Tuban
BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Sebanyak 60 siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) asal Kabupaten Bojonegoro harus menjalani kegiatan belajar mengajar tahun ajaran 2026/2027 di Kabupaten Tuban. Penempatan sementara tersebut dilakukan karena Bojonegoro hingga kini belum memiliki gedung permanen untuk operasional Sekolah Rakyat.
Seluruh siswa merupakan peserta didik jenjang SMA yang diterima pada tahun ajaran 2026. Mereka kini mengikuti pembelajaran di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) Tuban yang telah memiliki fasilitas lengkap.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro, Agus Susetyo Hardiyanto, mengatakan seluruh siswa telah diberangkatkan ke Tuban sesuai arahan pemerintah pusat agar proses pendidikan tetap berjalan.
“Ada 60 anak, sementara ditampung di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) Tuban karena di sana sudah tersedia gedung permanen,” ujarnya.
Menurut Agus, hingga saat ini Pemerintah Bojonegoro masih menyelesaikan proses pengadaan lahan sebagai lokasi pembangunan Sekolah Rakyat yang direncanakan berada di Kecamatan Kedewan.
“Masih dalam proses pengadaan tanah. Rencananya Sekolah Rakyat akan dibangun di Kedewan,” katanya.
Ia menjelaskan, seluruh siswa yang ditempatkan sementara di Tuban berasal dari keluarga kurang mampu yang masuk kategori desil 1 dan desil 2. Kebijakan penitipan tersebut juga merupakan arahan Kementerian Sosial karena Kabupaten Tuban telah memiliki gedung Sekolah Rakyat yang siap digunakan.
Sementara itu, pembangunan gedung Sekolah Rakyat di Bojonegoro masih menunggu rampungnya proses pembebasan lahan tambahan. Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menargetkan pembangunan sekolah tersebut selesai pada 2027.
Agus menambahkan, angkatan pertama Sekolah Rakyat di Bojonegoro yang diterima pada tahun ajaran sebelumnya hingga kini masih mengikuti kegiatan belajar mengajar di gedung Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) milik Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Bojonegoro.
“Pemkab Bojonegoro sebenarnya sudah memiliki lahan di lokasi tersebut. Namun luasnya masih kurang sehingga saat ini masih dilakukan pembebasan lahan tambahan,” pungkas Agus.
Nantinya, siswa yang sementara belajar di Tuban akan kembali ke Bojonegoro setelah gedung Sekolah Rakyat selesai dibangun.
Pemerintah daerah berharap proses pengadaan lahan dapat segera selesai sehingga pembangunan Sekolah Rakyat dapat dimulai sesuai target. Dengan tersedianya gedung permanen, seluruh peserta didik yang saat ini belajar di luar daerah nantinya akan kembali melanjutkan pendidikan di Bojonegoro.
Editor: Arika Hutama